Generasi Z kuasai TikTok
Sementara itu, TikTok semakin lekat dengan generasi muda. Generasi Z (1997–2012) menjadi pengguna terbesar dengan 42,27 persen, disusul milenial (1981–1996) sebanyak 33,40 persen.
Data juga menunjukkan perbedaan preferensi berdasarkan gender.
Baca Juga: Di hadapan warga Dayak, Wapres Gibran pastikan proyek IKN jalan terus hingga rampung
TikTok lebih digemari perempuan (37,55 persen), sementara YouTube masih menjadi pilihan utama laki-laki (26,31 persen), diikuti TikTok (32,98 persen).
Instagram sendiri berada di posisi keempat dengan 15,94 persen, sedikit turun dari 16,07 persen pada 2024.
Adapun Twitter (X) masih bertahan di posisi terbawah dengan 0,56 persen pengguna.
Pergeseran pola konsumsi konten
APJII menyebut, peralihan dari Facebook ke TikTok dipengaruhi pola konsumsi konten masyarakat yang semakin menyukai video singkat, cepat, dan interaktif.
Baca Juga: Indonesia terima ultimatum dari Arab Saudi, area Arafah terancam hilang untuk haji 2026
Fenomena ini menunjukkan peta media sosial Indonesia semakin terfragmentasi.
Jika dahulu Facebook menjadi wadah lintas generasi, kini ekosistem digital terbelah sesuai preferensi generasi dan jenis konten.
Perubahan cepat ini sekaligus menegaskan bahwa tren media sosial di Indonesia sangat dinamis, dan bisa bergeser lagi dalam waktu singkat.***