GENMILENIAL.ID – Suasana duka menyelimuti Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menyusul tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Kamis dinihari, 3 Juli 2025.
Kapal penyeberangan rute Ketapang–Gilimanuk itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada pukul 23.35 WIB.
Hingga Jumat, 4 Juli 2025, Tim SAR gabungan telah menemukan 29 penumpang selamat dan 6 korban meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam proses pencarian.
Total penumpang kapal sebanyak 65 orang, terdiri dari 12 kru dan 53 penumpang.
Baca Juga: Pangeran MBS dukung penuh rencana pembangunan kampung haji Indonesia di Arab Saudi
Salah satu korban tewas yang telah teridentifikasi adalah Afnan Aqiel Mustafa (3 tahun), balita yang menjadi korban bersama ibunya, Fitri April Lestari (33 tahun).
Jenazah Fitri ditemukan lebih dahulu pada Kamis siang, sedangkan Aqiel ditemukan di perairan Pengambengan, Bali, pada sore harinya.
Tangis keluarga pun pecah saat jenazah balita tersebut dibawa ke daratan.
Poniyem, ibu dari Fitri sekaligus nenek Aqiel, mengaku terpukul saat menerima kabar duka.
Baca Juga: Kurir Happy Five ditangkap di Kelapa Gading, edarkan 25.000 butir atas perintah bos dari Malaysia
Ia mengenang momen terakhir saat anak dan cucunya berpamitan untuk pulang dari Bali ke Banyuwangi.
“Bilangnya seminggu liburan ke Bali. Katanya hari Kamis ini sudah mau pulang ke Banyuwangi,” ucap Poniyem dengan suara lirih, Kamis 3 Juli 2025.
Menurut Poniyem, Fitri dan Aqiel berangkat ke Bali pada Rabu malam pukul 20.00 WIB menggunakan jasa travel untuk menjenguk suami Fitri yang bekerja di sana, sekaligus memanfaatkan libur sekolah.
Selain Fitri dan Aqiel, empat korban meninggal lain yang sudah diidentifikasi adalah Anang Suryono, Eko Sastriyo, Elok Rumantini, dan Cahyani.