Pandangan populisnya membuat Mamdani sempat dicap sebagai 'komunis' oleh sebagian kalangan. Namun ia menanggapinya dengan tenang.
“Saya rasa kita tidak perlu memiliki jutawan,” ujarnya dalam salah satu wawancara, menegaskan bahwa dirinya ingin bekerja untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya elite.
Kemenangan Mamdani membuka babak baru dalam politik New York, yang dalam beberapa tahun terakhir semakin terbuka terhadap tokoh-tokoh dari komunitas minoritas.
Ia kini bersiap untuk pertarungan utama dalam pemilihan wali kota New York pada November mendatang.***