Pandangan populisnya membuat Mamdani sempat dicap sebagai 'komunis' oleh sebagian kalangan. Namun ia menanggapinya dengan tenang.
“Saya rasa kita tidak perlu memiliki jutawan,” ujarnya dalam salah satu wawancara, menegaskan bahwa dirinya ingin bekerja untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya elite.
Kemenangan Mamdani membuka babak baru dalam politik New York, yang dalam beberapa tahun terakhir semakin terbuka terhadap tokoh-tokoh dari komunitas minoritas.
Ia kini bersiap untuk pertarungan utama dalam pemilihan wali kota New York pada November mendatang.***
Artikel Terkait
AS klaim serang program nuklir, bukan negara Iran: Wapres JD Vance sebut tujuan utama adalah perdamaian
Politikus Muslim Zohran Mamdani unggul di New York, Trump tanggapi dengan cemoohan
Iran bantah rencana negosiasi nuklir dengan AS, Menlu Araghchi sebut Washington penuh kontradiksi
Setelah Iran-Israel, Trump incar Afrika: Klaim tengah damai Kongo-Rwanda lewat mediasi AS
AS surati Dewan Keamanan PBB: Serangan ke fasilitas nuklir Iran disebut upaya cegah kepemilikan senjata nuklir
Zohran Mamdani ukir sejarah, jadi muslim pertama menang pemilihan Wali Kota New York
Trump umumkan Israel setujui gencatan senjata 60 hari, desak Hamas terima kesepakatan