news

Trump klaim hancurkan tiga fasilitas nuklir Iran, ancam serangan lebih besar jika perdamaian ditolak

Minggu, 22 Juni 2025 | 14:59 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim telah menghancurkan 3 fasilitas nuklir Iran (Instagram/whitehouse)

GENMILENIAL.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik puncaknya setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa pasukan AS telah berhasil menghancurkan tiga fasilitas nuklir utama milik Iran.

Langkah militer ini menunjukkan eskalasi signifikan dalam kampanye yang semakin mendalam, yang juga melibatkan sekutu Israel, terhadap Teheran.

Pada Sabtu, 21 Juni 2025, dalam pidato resmi yang disiarkan televisi, Trump mengonfirmasi bahwa serangan tersebut adalah 'keberhasilan militer yang spektakuler,'

Baca Juga: Ribuan warga padati Aksi Bela Palestina di Subang, donasi terkumpul capai Rp1,14 miliar dan logam mulia

Ia menyebutkan bahwa fasilitas pengayaan nuklir utama Iran, termasuk yang terletak di Natanz, Isfahan, dan Fordow, telah sepenuhnya hancur.

"Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dihancurkan," tegas Trump dalam pidatonya, yang dikutip dari Reuters pada Minggu, 22 Juni 2025.

Trump juga mengingatkan bahwa Iran kini berada di persimpangan antara 'perdamaian atau tragedi' dan memperingatkan bahwa serangan lebih besar akan dilancarkan jika Iran menolak untuk berdialog dan mencapai perdamaian.

"Jika perdamaian tidak segera terwujud, kami akan menyerang target-target lainnya dengan tepat, cepat, dan terampil," tambah Trump.

Baca Juga: Bang Onim ungkap kondisi Palestina terkini: Lebih dari 60 ribu warga tewas, butuh doa dan kontribusi nyata

Sebelumnya, pemerintah AS telah menghubungi Iran melalui jalur diplomatik untuk menegaskan bahwa serangan ini bukan bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Iran, tetapi bagian dari strategi militer yang lebih luas.

Trump juga merinci bahwa serangan dilancarkan menggunakan 30 rudal Tomahawk untuk menghancurkan Natanz dan Isfahan, sementara bom penghancur bunker dijatuhkan pada fasilitas bawah tanah di Fordow.

Serangan ini meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan potensi memicu konflik regional yang lebih luas.

Langkah Trump yang datang lebih cepat dari tenggat dua minggu yang sebelumnya dia tetapkan, semakin menunjukkan ketegangan yang tak kunjung reda di kawasan tersebut.***

Tags

Terkini