news

Dubes Iran sebut serangan ke Tel Aviv sebagai simbol perlawanan negara-negara yang dizalimi Israel

Rabu, 18 Juni 2025 | 00:15 WIB
Ilustrasi Bendera Palestina (Unsplash.com/Ahmed Abu Hameeda)

GENMILENIAL.ID – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa serangan Iran terhadap Israel merupakan simbol perlawanan negara-negara yang selama ini dizalimi rezim Zionis, khususnya Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Juni 2025.

Menurut Boroujerdi, serangan balik Iran terhadap Tel Aviv adalah bentuk hak bela diri yang sah berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Pasal 51.

Baca Juga: Presiden Prabowo putuskan empat pulau sengketa jadi milik Aceh, Kepmendagri dibatalkan

"Ini menjadi momentum penting bagi negara-negara yang dizalimi oleh rezim Zionis, khususnya bangsa Palestina di Jalur Gaza. Ketika Iran memberikan pelajaran kepada rezim Zionis, banyak pihak di kawasan ini bersuka cita," ujarnya.

Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Tel Aviv sebagai respons atas serangan Israel yang lebih dulu menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran sejak 13 Juni 2025.

Serangan tersebut telah menewaskan 224 warga Iran, termasuk perwira militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Sebagai balasan, Iran diklaim menewaskan 24 orang di Tel Aviv.

Baca Juga: TNI-Polri dan Forkopimcam Subang gencarkan patroli bersama jaga Kamtibmas

Boroujerdi menegaskan, agresi Israel bukan hanya ancaman terhadap Iran, tetapi juga terhadap sistem hukum internasional dan perdamaian global.

Oleh karena itu, menurutnya, Dewan Keamanan PBB harus bertindak tegas.

"Dewan Keamanan wajib turun tangan untuk menghentikan rezim ini," kata Boroujerdi.

Ia juga menuding Israel sebagai negara yang terus-menerus melanggar hukum internasional dan melakukan agresi terhadap negara-negara tetangga.

Baca Juga: Satres Narkoba Polres Subang ungkap peredaran obat ilegal di Cigadung, 327 butir diamankan

Boroujerdi mencatat, dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah memulai sedikitnya 20 perang di kawasan Timur Tengah.

Halaman:

Tags

Terkini