GENMILENIAL.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran hakim dalam menjamin keadilan bagi rakyat kecil yang selama ini masih mengalami kesulitan dalam mengakses sistem hukum secara layak.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara pengukuhan calon hakim di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Kamis, 12 Juni 2025.
Dengan nada bergetar, Presiden menyebut hakim sebagai benteng terakhir harapan bagi masyarakat miskin dalam mencari keadilan.
Baca Juga: Kemlu ungkap alasan 2 WNI ditangkap otoritas imigrasi AS usai kerusuhan di Los Angeles
"Anda adalah benteng terakhir keadilan. Orang miskin, orang kecil hanya bisa berharap kepada hakim-hakim yang adil," ujar Prabowo.
Ia menambahkan bahwa orang dengan kekuatan ekonomi besar dapat dengan mudah membentuk tim hukum hebat, sementara warga tidak mampu hanya bisa mengandalkan integritas para hakim.
"Orang kuat, orang yang punya uang banyak, dia bisa berbuat, dia bisa punya tim hukum yang luar biasa. Tapi, orang kecil hanya tergantung pada hakim yang adil, yang tidak bisa disogok, tidak bisa dibeli, dan cinta rakyat," tegasnya.
Presiden juga menargetkan penghapusan kemiskinan sebelum Indonesia genap berusia satu abad, yakni tahun 2045.
Baca Juga: Bukan soal jodoh, ini doa pertama Ivan Gunawan saat berhaji
Namun, upaya tersebut tak hanya menyangkut hukum, tetapi juga persoalan mendasar lainnya, seperti ketimpangan ekonomi yang selama ini membelenggu masyarakat desa.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa praktik ekonomi yang tidak adil masih banyak terjadi di berbagai wilayah, terutama desa-desa di Indonesia.
"Praktik-praktik ekonomi yang tidak adil itu terjadi di desa-desa di seluruh Indonesia, yang membuat desa atau masyarakat desa tetap miskin," kata Budi dalam diskusi bersama Ombudsman RI di Jakarta Selatan.
Ia menilai kondisi ini bertentangan dengan amanat konstitusi, yakni menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.