news

KPK selidiki dugaan korupsi Rp1,2 triliun dana Gubernur Papua untuk pembelian private jet

Sabtu, 14 Juni 2025 | 18:52 WIB
Ilustrasi private jet - KPK usut dugaan korupsi dana operasional Provinsi Papua untuk membeli private jet (Unsplash/Jakob Rosen)

GENMILENIAL.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan dana operasional Gubernur Papua periode 2020–2022 yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp1,2 triliun.

Dana tersebut diduga turut digunakan untuk membeli pesawat jet pribadi (private jet).

Dalam keterangan resminya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut pembelian pesawat tersebut kini menjadi salah satu fokus utama penyidikan.

“Penyidik menduga aliran dana dari hasil tindak pidana korupsi tersebut salah satunya digunakan untuk pembelian private jet yang saat ini keberadaannya di luar negeri,” ujar Budi kepada media, Kamis 12 Juni 2025. 

Baca Juga: Ivan Gunawan ungkap awal mula mantap berangkat haji: Lagi liburan di Dubai, langsung tersentuh

WNA Singapura dipanggil jadi saksi

Guna mendalami transaksi pembelian pesawat jet pribadi, KPK memanggil Gibrael Isaak (GI), warga negara Singapura yang disebut sebagai pengusaha maskapai penerbangan pribadi.

“Hari ini KPK memanggil saksi Gibrael Isaak (GI) seorang WNA Singapura untuk didalami terkait pembelian atas pesawat private jet tersebut,” kata Budi.

Tersangka: Lukas Enembe dan Dius Enumbi

Kasus ini bermula dari dugaan penggelembungan dan penyalahgunaan dana penunjang operasional serta anggaran program peningkatan pelayanan kedinasan untuk kepala daerah Papua.

Baca Juga: Saat AS larang imigran masuk, China justru berlakukan bebas visa untuk 55 negara termasuk Indonesia

KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu:

  • Lukas Enembe (almarhum), mantan Gubernur Papua.
  • Dius Enumbi, bendahara pengeluaran pembantu kepala daerah Provinsi Papua.

Meski Lukas Enembe telah meninggal dunia, KPK tetap menelusuri aset-aset miliknya untuk kepentingan penegakan hukum.

Selain itu, KPK juga memeriksa Willie Taruna (WT), penyedia jasa money changer di Jakarta, untuk menelusuri aliran uang dalam kasus ini.***

Tags

Terkini