news

Kemenag ingatkan jemaah haji: Kartu nusuk jadi target penjambretan, jangan dikaitkan di leher

Senin, 26 Mei 2025 | 09:48 WIB
Ilustrasi kartu Nusuk yang diimbau untuk dijaga dengan baik (Instagram/kemenag_ri)

 

GENMILENIAL.ID - Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau seluruh jemaah calon haji Indonesia untuk menjaga keamanan pribadi selama berada di Tanah Suci, terutama dalam menyimpan Kartu Nusuk yang dinilai sangat penting namun rawan menjadi sasaran tindak kejahatan.

Kartu Nusuk merupakan kartu identitas resmi jemaah haji yang memuat informasi lengkap seperti nama, nomor visa, paspor, serta lokasi hotel.

Kartu ini wajib dibawa karena digunakan sebagai akses masuk ke area-area penting, termasuk Masjidil Haram.

Baca Juga: Kemenag: 90 persen jemaah haji Indonesia sudah terima kartu nusuk

Namun demikian, Kemenag menyampaikan bahwa kartu ini kini menjadi incaran penjambretan dan pencurian.

“Menyimpan kartu Nusuk di tas paspor bagian plastik luar transparan, tidak dikalungkan di leher,” tulis Kemenag melalui unggahan di media sosial resminya.

“Kartu Nusuk juga menjadi target penjambretan dan pencurian,” tambah keterangan tersebut.

Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Harun Al Rasyid, menegaskan pentingnya kewaspadaan jemaah terhadap keamanan kartu tersebut.

Baca Juga: Kemenag imbau jemaah calon haji gunakan kartu nusuk digital, perbedaan data sudah diatasi

“Jadi bawa selalu kartu Nusuk ini, bisa disimpan di tas bagian luar dan ditutup rapi agar tidak hilang dan terhindar dari penjambretan. Sebab, kartu Nusuk ini bisa disalahgunakan,” ujar Harun di Makkah, dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu, 24 Mei 2025.

Selain soal kartu Nusuk, jemaah juga diminta berhati-hati terhadap orang asing yang mencurigakan.

Kemenag menyarankan agar jemaah tidak menerima tamu di kamar hotel, melainkan cukup sampai di lobi.

Imbauan ini dikeluarkan sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap lebih dari 130 ribu jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi.***

Halaman:

Tags

Terkini