GENMILENIAL.ID - Bareskrim Polri menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo merupakan lulusan asli dari SMA 6 Surakarta tahun 1980.
Kepastian ini disampaikan menyusul ramainya tudingan keaslian ijazah milik Presiden ke-7 RI tersebut yang kembali mencuat di ruang publik.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, menyatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan pihaknya menemukan fakta bahwa Jokowi benar-benar menamatkan pendidikan di sekolah yang sebelumnya bernama SMPP Surakarta.
Baca Juga: Dua staf Kedutaan Israel ditembak mati di Washington, pelaku teriakkan 'Bebaskan Palestina'
“Penyelidik menemukan fakta Bapak Ir. Joko Widodo adalah benar lulusan SMA 6 Surakarta pada tahun 1980,” ujar Djuhandani dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Mei 2025.
Menurut Djuhandani, keaslian ijazah tersebut telah diuji melalui laboratorium forensik, termasuk dengan membandingkan dokumen milik Jokowi dengan ijazah milik tiga rekannya semasa sekolah.
“Melalui bukti, yakni asli Surat Tanda Tamat Belajar nomor 26916 atas nama Joko Widodo, yang telah diuji secara laboratorium bersama tiga sampel pembanding dari teman sekolah,” terangnya.
Pemeriksaan tersebut tidak hanya sebatas tulisan, namun juga mencakup bahan kertas, teknik pencetakan, hingga tinta yang digunakan.
Baca Juga: Disebut ‘Gubernur Lambe Turah’, Dedi Mulyadi: Julukan tak penting, yang penting rakyat sejahtera
“Meliputi bahan kertas, pengaman kertas, teknik cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, dan tinta tanda tangan milik Dekan dan Rektor,” jelasnya.
Dari hasil uji forensik tersebut, Djuhandani memastikan bahwa seluruh elemen dalam ijazah Jokowi identik dan berasal dari satu produk yang sama dengan dokumen pembanding lainnya.
“Penelitian menunjukkan bahwa antara bukti dan pembanding identik berasal dari satu produk yang sama,” tandasnya.
Pernyataan ini diharapkan dapat meredam isu yang terus bergulir soal keabsahan dokumen pendidikan Jokowi, yang sempat digunakan sebagai bahan serangan politik di berbagai momentum.***