news

Merasa tak punya kepentingan, Jokowi bantah kirim utusan pada PDIP untuk membatalkan pemecatannya: Coba logikanya

Senin, 17 Maret 2025 | 09:50 WIB
Potret Jokowi saat kembali ke Solo setelah mengunjungi Jakarta pada November 2024 (Instagram/jokowi)

GENMILENIAL.ID - Jokowi memberi tanggapan atas pernyataan yang dilontarkan oleh Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus.

Sebelumnya, saat konferensi pers, Deddy mengungkapkan jika Jokowi sempat mengirimkan utusan untuk meminta pembatalan pemecatan partai kepada Presiden RI ke-7 itu.

“Perlu diketahui bahwa sekitar tanggal 14 Desember, itu ada utusan yang menemui kami, memberitahu bahwa Sekjen (Hasto) harus mundur, lalu jangan pecat Jokowi,” kata Deddy ketika hadir dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Baca Juga: GaroSero batal rilis foto Kim Soo-hyun saat di rumah Kim Sae-ron, iba dengan kondisi mentalnya

Dalam konferensi pers itu, Deddy juga mengatakan kalau utusan tersebut menyampaikan ada orang dari PDIP yang menjadi target KPK.

“(Utusan) menyampaikan ada sekitar sembilan orang dari PDIP yang menjadi target dari pihak kepolisian dan KPK,” imbuh Deddy.

Pernyataan tentang utusan inilah yang kemudian dibantah oleh Jokowi.

“Nggak ada, harusnya disebutkan siapa gitu lho biar jelas, nggak ada,” bantah Jokowi saat ditemui wartawan di kediamannya di Solo pada Jumat, 14 Maret 2025.

Ia juga mempertanyakan kepentingan seperti apa yang harus membuatnya mengirim utusan kepada PDIP.

Baca Juga: Foto baru Kim Soo-hyun dengan Kim Sae-ron dirilis lagi, muncul dugaan foto dari tahun 2015 saat mendiang masih di bawah umur

“Kepentingannya apa coba saya mengutus untuk itu, kepentingannya apa, coba logikanya,” tambahnya.

Jokowi juga mengatakan kalau selama ini dia diam, tapi menurutnya ada batasannya.

“Saya itu sudah diam loh ya,” ujar Jokowi.

“Difitnah saya diam, dicela saya diam, dijelekkan saya diam, dimaki-maki saya diam. Saya ngalah terus loh, tapi ada batasnya ya," pungkasnya.***

Tags

Terkini