Ia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada langkah resmi terkait hal tersebut.
Paus Fransiskus telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli sejak 14 Februari 2025 akibat infeksi saluran pernapasan.
Baca Juga: Danantara kelola Rp300 triliun uang hasil efisiensi, Prabowo: Kita bertekad menjadi negara maju
Artinya, sudah lebih dari satu minggu Paus dirawat di rumah sakit.
Saat ditanya tentang berbagai spekulasi yang beredar di media mengenai kondisi Vatikan, Kardinal Parolin menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui.
"Sejujurnya, saya tidak mengetahui adanya manuver semacam itu, dan dalam hal apa pun, saya berusaha untuk tidak terlibat. Saya pikir dalam situasi seperti ini, wajar jika muncul rumor atau komentar yang keliru—hal ini bukan sesuatu yang baru. Namun, saya belum mendengar adanya gerakan khusus terkait hal ini,” jelas Parolin.
Kardinal Parolin, yang baru saja kembali dari kunjungan ke Burkina Faso, mengatakan bahwa dia telah meminta izin untuk mengunjungi Paus di rumah sakit.
Baca Juga: Daftar bos Danantara yang kabarnya akan gandeng para mantan Presiden RI, ini tugas dan fungsinya
"Namun saat ini lebih baik jika ia tetap dalam perlindungan dan membatasi jumlah kunjungan agar bisa beristirahat dengan maksimal, sehingga pengobatan dapat lebih efektif," ujarnya.
Sementara itu, Prefek Dikasteri untuk Doktrin Iman, Kardinal Víctor Manuel Fernández, dalam wawancara dengan surat kabar Argentina La Nación, menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari kelompok tertentu yang meminta Paus untuk mundur.
"Saya tidak melihat adanya tekanan semacam itu. Saya juga tidak melihat ada lebih banyak diskusi mengenai kemungkinan pengganti dibandingkan tahun lalu—tidak ada yang luar biasa dalam hal ini," ungkapnya.***