news

Hutan di bagian barat Melbourne kebakaran karena gelombang panas dan suhu ekstrem, perintah evakuasi langsung dikeluarkan pemerintah

Jumat, 31 Januari 2025 | 22:52 WIB
Heatwave atau gelombang panas membuat beberapa wilayah di Australia kebakaran (freepik)

Perintah untuk evakuasi pada warga 

Pihak berwenang di Australia bagian tenggara telah memberikan perintah untuk melakukan evakuasi terkait kebakaran hutan di Melbourne bagian barat.

Sejak Selasa, 28 Januari 2025 lalu, bagian layanan darurat di Victoria sudah memerintahkan sekitar 100 residen di 4 kota kecil yang dekat dengan Grampians National Park untuk segera keluar dari area tersebut.

Baca Juga: Polres Subang amankan dua gadis pelaku pembunuhan pria disabilitas di Kecamatan Pusakanagara, salah satunya masih dibawah umur

“Segera pergi adalah opsi paling aman yang bisa dilakukan sebelum kondisi makin memburuk,” tulis pihak layanan darurat terkait situasi di area dekat lokasi kebakaran.

“Layanan darurat mungkin tidak bisa membantu jika Anda memilih untuk tetap tinggal,” imbuhnya.

Perubahan iklim dan suhu panas di awal tahun 2025 yang terprediksi

New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) tahun lalu memperkirakan kebakaran normal di 2024 karena kondisinya saat itu yang lebih basah.

Hal tersebut karena adanya kemungkinan peningkatan curah hujan di atas rata-rata selama musim semi.

Baca Juga: Demi cegah banjir, Pemprov Jakarta lakukan modifikasi cuaca, bagaimana prosesnya?

Sedangkan untuk tahun 2025, aktivitas kebakaran bisa saja meningkat bahkan di awal tahun karena terjadi peningkatan suhu di seluruh negeri.

Tahun 2024 merupakan tahun terpanas kedua di Australia secara keseluruhan setelah tahun 2019, dengan suhu rata-rata 1,46 derajat Celcius di atas rata-rata tahun 1961-1990. 

Biro Meteorologi Australia juga mencatat bahwa selama sepuluh tahun terpanas di Australia semuanya terjadi dalam dua dekade terakhir.

Dari data itu, hanya dua tahun dari 40 tahun terakhir yang suhunya lebih dingin dari rata-rata.

“Tidak diragukan lagi, perubahan iklim telah menjadi faktor utama karena tidak ada mekanisme iklim yang mempersiapkan keadaan untuk menghadapi tahun panas,” kata Sarah Perkins-Kirkpatrick, wakil direktur Pusat Keunggulan Cuaca Abad 21 di Universitas Nasional Australia.***

Halaman:

Tags

Terkini