Hutan di bagian barat Melbourne kebakaran karena gelombang panas dan suhu ekstrem, perintah evakuasi langsung dikeluarkan pemerintah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 31 Januari 2025 | 22:52 WIB
Heatwave atau gelombang panas membuat beberapa wilayah di Australia kebakaran (freepik)
Heatwave atau gelombang panas membuat beberapa wilayah di Australia kebakaran (freepik)

GENMILENIAL.ID - Masih di awal tahun 2025 ini, Australia ikut harus menghadapi kebakaran hutan yang terjadi di beberapa wilayahnya.

Heatwave atau gelombang panas yang terjadi di Australia bagian tenggara meningkat selama akhir pekan kemarin.

Karena itu, pemerintah pun telah mengeluarkan larangan untuk melakukan pembakaran di area tersebut untuk mengurangi risiko kebakaran.

Suhu panas yang ekstrem

Mengutip dari Reuters, pada Senin, 27 Januari 2025, badan ramalan cuaca nasional sudah memberi peringatan tentang adanya suhu panas ekstrem di Melbourne, Victoria.

Baca Juga: Donald Trump tawarkan pensiun dini bagi PNS AS dengan pesangon 8 kali gaji, ini alasannya

Dari ramalan cuaca itu diprediksi kalau suhu di Melbourne bisa mencapai 41 derajat Celcius.

Suhu tersebut lebih tinggi 14 derajat Celcius dari rata-rata maksimum suhu untuk bulan Januari.

Kebakaran terjadi di Little Desert National Park dan Grampians National Park

Dalam perkiraan kebakaran hutan musiman, dewan nasional di Australia yang mengurusi tentang pemadaman kebakaran dan layanan darurat sudah memberi peringatan.

Fakta defisit curah hujan parah selama 18 bulan terakhir telah membuat banyak tanaman mati dan menumpuk di hutan Victoria.

Baca Juga: Subang punya KEK Wahana Patimban dan Smartpolitan, Dirut Perumda TRS optimis BUMD bisa ambil peran dalam tingkatkan PAD 

Hal tersebut menjadi faktor yang memudahkan api menjalar dengan lebih cepat karena tumpukan tanaman kering.

Lalu sesuai prediksi, di bulan Januari terjadi kebakaran di Australia bagian tenggara, yaitu di Little Desert National Park dan Grampians National Park pada Selasa, 28 Januari 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X