Aliansi Mahasiswa Kabupaten Subang menilai bahwa marwah pesta demokrasi lima tahunan bisa rusak lantaran politisi dan paslon yang tidak dewasa dalam menghadapi kontestasi politik tersebut.
“Kami menilai bahwa Pilkada ini bisa saja rusak dan kacau karena para politisi dan para paslon yang tidak dewasa dalam menghadapi kontestasi ini,” ucap Indra.
“Semua paslon hanya mementingkan syahwat politik nya saja tanpa mementingkan kebutuhan hajat hidup masyarakat di Kabupaten Subang,” tambahnya.
Dengan tegas, Indra pun mengingatkan bahwa Pilkada 2024 melalui pemilihan langsung dipantau oleh masyarakat, sehingga tidak semestinya para oknum tersebut mempertontonkan ketidakdewasaanya dengan membuat kegaduhan.
Baca Juga: Prabowo dan Presiden Mesir kompak suarakan gencatan senjata di Palestina
Ia pun berharap bahwa Kabupaten Subang pasca Pilkada 2024 bisa kembali kondusif dan bersinergi dalam mewujudkan daerah yang lebih baik.
“Kami mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan OKP Se-Kabupaten Subang berharap kondisi di Subang kembali menjadi kondusif dan kembali bersinergi untuk mewujudkan Subang yang lebih baik,” pungkasnya.
Adapun Aliansi Mahasiswa Kabupaten Subang yang tergabung dalam kelompok ini yaitu HMI Cabang Subang, GMNI Subang, BEM STAI Miftahul Huda, BEM Universitas Subang, dan BEM STAI Riyadul Jannah.
Sebagai informasi bahwa sebelumnya para mahasiswa Kabupaten Subang tersebut melakukan aksi damai dengan memberikan dukungan dan apresiasi kepada KPU Subang, Bawaslu Subang, Kodim 0605 Subang, Polres Subang, Kejari Subang dan Pemda Subang.***