Dalam sambutan pidato politiknya mengungkapkan rasa kecewanya yang yang begitu mendalam, bahwa ia tidak mendapatkan keadilan.
"Pernyataan sikap Niko jelas, jika keadilan tidak ditemukan di partai ini (PDIP), saya harus berjuang di tempat di mana keadilan itu ada, dan memberikan kesempatan yang sama bagi kita semua," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga dengan jelas menyatakan pamit dari partai yang selama ini menjadi kendaraan politik dan tempat dirinya dibentuk sebagai kader partai.
“Saya sebagai kader PDI Perjuangan, hari ini bersama kurang lebih 1000 orang kader, anggota, simpatisan dari PAC, ranting, anak ranting yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Subang dengan segala kerendahan hati dan kesadaran diri mohon pamit dari PDI Perjuangan,” tuturnya.