news

Wapres Ma'ruf Amin minta Satgas untuk terus melakukan pemberantasan judi online sampai hilang di Indonesia

Sabtu, 27 Juli 2024 | 18:55 WIB
Wapres Ma'ruf Amin (YouTube Setwapres)

GENMILENIAL.ID - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyoroti soal penanganan judi online yang ada di Indonesia. Menurutnya, langkah pemberantasan judi online tak boleh berhenti hingga praktik perjudian tersebut hilang.

"Memberdayakan umat dan mengambil peran-peran dalam rangka ikut sebagai sodiqul khukumah, mitra pemerintah, baik dalam pemberantasan narkoba, dalam pemberantasan judi," kata Ma'ruf Amin dikutip dari PMJNews pada Sabtu, 27 Juli 2024.

Ia juga mengatakan bahwa praktik perjudian saat ini belum bisa dihilangkan di Indonesia hingga dibentuk Satgas sebagai upaya pemberantasan praktik judi. Wapres juga meminta upaya pemberantasan judi online tidak boleh berhenti.

"Tetapi kita memang belum bisa menghilangkan perjudian ini. Karena itu perlu ada langkah-langkah yang tegas," kata Ma'ruf Amin.

Baca Juga: Mengurai sampah plastik, solusi dan tantangan di era modern

"Alhamdulillah bahwa sesuai dengan sidang kabinet bahwa untuk memberantas judi online ini dibentuklah satgas," tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa Satgas judi online yang dibentuk pemerintah sudah ada gerakanya dan meminta terus dilakukan hingga judi online benar-benar hilang di Indonesia.

"Satgas pemberantasan judi online dan kelihatan sudah ada gerakan-gerakanannya, tetapi kita tidak boleh berhenti sampai judi online tapi sampai kepada hilangnya perjudian di Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menceritakan fenomena dimasa lampau terkait berhentinya para peminum dan penjudi. Namun kondisi tersebut, jauh sangat berbeda dengan kondisi hari ini. 

Baca Juga: Jaga kelestarian ekosistem lingkungan, ini 10 langkah konkret yang bisa dilakukan

"Kalau dulu di sana itu bukan botolan, tapi bergribah-gribah, kulit onta dijadikan tempat minuman, kalau di sini gentong. Dulu itu bukan berbotol-botol tapi bergentong-gentong," kata Ma'ruf Amin

"Bayangin tuh, dan mereka penjudi-penjudi banyak, tapi kenapa ketika dikatakan fahal antum muntahun, apakah kalian mau berhenti? Naam, intahaina, intahaina, kami berhenti, langsung berhenti itu khomar dibuang sampai ke selokan-selokan di Madinah penuh oleh khomar-khomar," tambahnya.

Namun dalam kontek hari ini, lanjut Ma'ruf Amin kondisinya sudah berbeda, tidak bisa lagi diberikan dengan seruan, bahkan sudah dibentu Satgas juga masih belum bisa berhenti, jadi harus terus dilakukan edukasi.

"Kita fahal antum muntahun? Nggak berhenti-henti, bahkan sudah ada satgas juga masih belum berhenti juga, kenapa? Karena ketika dipanggil itu tidak menyahut, karena ada sifat basyariyah yang buruk, maka perlu ada edukasi secara terus menerus," imbuhnya.

Tags

Terkini