Namun, kata AKBP Ariek bukan juga memberitakan hal yang mengada-ngada, namun melawan berita yang tidak benar yang dapat membuat situasi menjadi tidak nyaman.
“Bukan berarti kita memberitakan yang mengada-ngada tapi kita hadang berita-berita yang tidak benar, apalagi membuat situasi Subang tidak nyaman,” ucapnya.
Kabupaten Subang, kata AKBP Ariek adalah milik semua orang, milik bersama dan mengajak rekan-rekan media untuk membantu pihak kepolisian dalam menciptkan suasana Kamtibmas di Kabupaten Subang.
“Jangan mudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk kepentingan pribadi yang membuat Subang tidak nyaman,” tuturnya.