Baca Juga: Di Bukit Pamoyangan, Dr. Imran takjub dengan wisata alam yang ada di Kabupaten Subang
Secara ekstrim, pemerintah bisa saja melakukan revitalisasi, namun kondisi sosial menjadi pertimbangan besar sehingga proyek revitalisasi Pasar Pujasera menjadi gagal terus.
"Secara persuasif, saya telaah sering dilakukan, dialog dengan pedagang pasar, dengan komponen-komponen pasar dan organisasi pasar sudah, itu jadi problem juga," terang Andi.
Ia pun menegaskan bukan soal kepemimpinan H. Ruhimat yang belum mampu melakukan revitalisasi Pasar Pujasera, sebelum Bupatinya H. Ruhimat pun sudah mau coba dilakukan namun selalu gagal.
"Sebelumnya sudah, menjadi agenda daerah Pasar Pujasera ingin ada revitalisasi, apakah itu Mall dan lain sebagainya, tapi hambatan-hambatan itu ada, orang-orang yang punya kepentingan," jelasnya.
Baca Juga: Rayakan ulang tahun ke-19, seperti ini jejak perjalanan dan masa depan sosial media terbesar ini
Andi pun memaparkan bahwa masyarakat Subang sangat berharap kalau Pasar Pujasera ada pembenahan supaya bisa lebih terlihat tertata, rapi dan indah terlebih berada di pusat kota dan dekat dengan gedung pemerintahan.
"Saya kira untuk revitalisasi masyarakat berharap Pasar Pujasera ada pembenahan, perbaikan dan lain sebagainya, tapi itukan harus bagaimana pendekatan-pendekatan persuasif yang dilakukan oleh pemerintah dengan komunitas pedagang," paparnya.
Andi juga memberi catatan, saat dilakukan persuasif yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Subang dengan komunitas para pedagang, jangan ada pihak-pihak yang ikut merecoki hal tersebut.
"Dengan catatan, jangan ada orang yang merecoki dengan kepentingan-kepentingan, secara personal orang yang ingin mendapatkan sesuatu," pungkas Andi.
Pihak-pihak tersebut, kata Andi tentu merupakan orang-orang yang memiliki pengaruh sehingga proyek revitalisasi Pasar Pujasera selalu gagal dari waktu ke waktu, bahkan setelah ganti Bupati sekalipun.
"Apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak, padahal itu strategis, itu jantungnya pusat pemerintahan, fasilitas pemerintahan, sudah ada hotel disana, sementara Pasar Pujasera masih seperti itu," ucapnya.
Ia memaparkan bahwa masyarakat Subang menginginkan fasilitas publik yang nyaman dan tidak kumuh, bahkan saat Presiden Jokowi berkunjung Presiden berharap kepada Pemerintah Daerah segera dibangunya pasar modern di jantung pusat Kota Subang.