news

Gagalnya revitalisasi Pasar Pujasera, Andi L Hakim : Ada kepentingan elit yang bermain di wilayah itu

Senin, 5 Februari 2024 | 21:40 WIB
Pasar Pujasera berlokasi di jantung Kota Subang dan dekat pusat Pemerintahan Daerah Kabupaten Subang

GENMILENIAL.ID - Revitalisasi pasar tradisional diberbagai Kecamatan yang ada di Kabupaten Subang merupakan salah satu bagian dari karya yang telah dibuat oleh H. Ruhimat selama dirinya menjabat sebagai Bupati Subang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Subang Integration Forum, Andi L Hakim kepada genmilenial.id disela-sela diskusi dan ngopi santai terkait pemilu 2024 dan kondisi Subang hari ini.

Namun dari sekian banyak revitalisasi pasar tradisional yang telah dilakukan oleh H. Ruhimat, di berbagai kecamatan, Pasar Pujasera masih belum bisa tersentuh untuk dilakukan revitalisasi.

Hal itupun telah menjadi pertanyaan publik, padahal secara strategis dan dilihat dari tata kelola kota, Pasar Pujasera berada ditengah-tengah kota dan dekat pusat pemerintahan, bahkan pasar ini sempat juga disinggahi oleh Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Subang.

Baca Juga: 5 Tahun terakhir Subang, Andi L Hakim sebut ada perkembangan dalam penataan insfrastruktur dan revitalisasi pasar tradisional

"Pasar Pujasera Ini terkait dengan dinamisasi kepentingan-kepentingan orang banyak, dan kepentingan-kepentingan investasi," kata Andi L Hakim.

Lanjut Andi, Pasar Pujasera susah untuk dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah Daerah Subang dikarenakan ada problem sosial di dalamnya.

"Ada problem sosial disana, masyarakat pasarnya itu sendiri dan ditumpangi oleh segelintir orang-orang yang punya kepentingan di proyek itu, itu yang menjadi salah satu hambatan," paparnya.

Karena hal tersebut, lanjut Andi Pemerintah Daerah Subang tidak bisa melakukan revitalisasi terhadap Pasar Pujasera sehingga kondisinya masih terlihat seperti sekarang.

Baca Juga: Taman Anggur Kukulu, destinasi wisata rakyat dengan harga terjangkau, miliki spot selfie menarik yang makin digemari masyarakat Subang

"Ada (untuk revitalisasi) ide itu ada, cuma dinamisasi didalamnya itu dan ada kepentingan elit yang bermain di wilayah itu," imbuhnya.

Terkait siapa saja elit-elit yang bermain dan membuat Pasar Pujasera hingga saat ini gagal dilakukan revitalisasi, Andi pun enggan lebih jauh menjelaskan lebih detil mereka yang menghambat proses revitalisasi Pasar Pujasera.

Lanjut Andi, Pasar memiliki polemik yang cukup tinggi, sehingga Pemerintah Daerah Subang tidak punya cukup power untuk melakukan revitalisasi Pasar Pujasera tersebut.

"Pasar itu polemik dan dinamisasi sosialnya cukup tinggi karena menyangkut dengan hajat orang banyak, ada pedagang-pedagang pasar disana, itu menyangkut orang banyak," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini