GENMILENIAL.ID - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Panji Gumilang hadir memenuhi panggilan Bareskrim Polri pada Senin, 3 Juli 2023.
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan bahwa kehadiran Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun tersebut untuk dimintai klarifikasi sebagai tindaklanjut dari proses penyelidikan laporan polisi atas kasus dugaan penistaan agama.
"Saat ini yang bersangkutan dipanggil dalam rangka klarifikasi, atau dalam rangka penyelidikan kami," kata Djuhandhani dikutip dari PMJNews pada Senin 3 Juli 2023.
Baca Juga: Refleksi 5 Tahun Jimat Akur, Sekjen KIPP pertanyakan hasil evaluasi refleksi dan rekomendasinya
Lanjut Djuhandani, bahwa saat ini proses penyelidikan terhadap Panji Gumilang sedang berjalan, dan yang bersangkutan menyatakan bersedia hadir untuk konfirmasi lebih lanjut.
Panji Gumilang datang bersama rombonganya dan tiba di Gedung Bareskrim Polri pada pukul 13.50 WIB.
Sempat terjadi kericuhan antara rombongan dengan para awak media yang sudah menunggu Panji Gumilang yang berusaha untuk mengambil gambarnya.
Insiden pun tidak terelakan, terjadi dorong mendorong dengan sejumlah awak media yang berusaha untuk meliput kejadian tersebut, bahkan ada beberapa wartawan yang terjatuh saat berdesa-desakan.
Kendati demikian, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun saat dirinya dan rombongan tiba di Bareskrim
Panji Gumilang hanya melambaikan tangan, sembari sesekali mengangkat jempolnya saat dirinya masuk kedalam gedung Bareskrim Polri.
Artikel Terkait
Subang darurat sampah, Kadis LH sebut akan ada penambahan armada, untuk sampah industri saat ini dikelola BUMD
PT DAHANA berikan dukungan pada kegiatan Jambore Irma Jabar dengan penanaman 1000 pohon dilahan kritis
Miris! tidak ada armada, seperti ini penumpukan sampah di tiga titik TPS Subang Kota, warga keluhkan soal bau
Jelang pemilu 2024, Sekjen KIPP sebut demokrasi di Subang buruk!
Di Pesantren An Nida, Kang Lukmantias serap aspirasi, salah satunya kesiapan anak muda dengan adanya Patimban
Petani garapan, gantungkan hidup pada tuan tanah, ditengah himpitan ekonomi dan harga pupuk yang melambung
Refleksi 5 Tahun Jimat Akur, Sekjen KIPP pertanyakan hasil evaluasi refleksi dan rekomendasinya