Di Hari Wartawan Nasional, PM Malaysia sebut kerja wartawan bukan hanya perekam tapi juga pencetus ide

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 29 Mei 2023 | 13:32 WIB
PM Malaysia, Anwar Ibrahim (Instagram @anwaribrahim_my)
PM Malaysia, Anwar Ibrahim (Instagram @anwaribrahim_my)

GENMILENIAL.ID - Dalam perayaan Hari Wartawan Nasional (HAWANA) 2023 Malaysia, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bahwa kerja wartawan bukan hanya perekam tapi juga pencetus ide.

“Kerja wartawan bukan hanya perekam media tetapi juga pencetus ide berdasarkan nilai,” kata Anwar Ibrahim dikutip dari Antaranews pada Senin 29 Mei 2023.

Perdana Menteri Malaysia tersebut juga berbicara tentang negaranya saat ini sebagai sebuah negara madani dan demokrasi.

Negara madani dan demokrasi, kata Anwar,  Malaysia hari ini ingin menerapkan nilai, bukan sebuah paham sempit yang bisa melemahkan, mematikan semangat atau memecah belah rakyat.

Baca Juga: Bacakan puisi Gus Mus dan Soekarno, Ketua TMP Jabar : Saya kader Nasionalis dan Banser

Lanjutnya, pemupukan nilai itu penting, madani itu istimewa dan unik karena didasarkan pada penekanan tentang nilai dan akhlak yang menjadi dasar pemikiran dalam bidang pembangunan, kebebasan dan kewartawanan.

“Saya mendesak rekan-rekan untuk menyadari bahwa untuk menyebarkan informasi berdasarkan ilmu dan nilai,” kata Anwar.

Wartawan dan juga penggerak media harus memiliki usaha untuk bisa memastikan agar para anak muda dapat diberikan asukan bukan hanya sekedar disiplin ilmu dibangku kuliah dan universitas.

Mereka juga harus mengetahui sejarahnya, memaknai kehidupan dan bagaimana kedudukan rakyat dan negara menjadi terangkat harkat dan martabatnya dengan nilai-nilai luhur.

Baca Juga: Pospera Subang gelar konsolidasi pemenangan bersama para relawan Ganjar Pranowo

Nilai-nilai itu seperti keamanan, persaudaraan, kemanusiaan dan menolak kemunkaran, rasuah, penindasan yang akan merobohkan nilai-nilai di masyarakat sekarang ini.

Anwar juga mengatakan soal gerakan antirasuah, ada rekan media yang melakukan perbincangan denganya yang menyebut harus memberi kebebasan untuk usaha menolak rasuah dan cukup ruang yang bebas kepada yang korup mempertahankan diri mereka.

“Saya pikar pandangan itu aneh untuk beri ruang pertahankan diri. Seandainya mereka bersih, itu boleh," kata Anwar

"Tapi pertahankan koruptor, penindas, penjahat, itu tentu tidak wajar dalam satu negara seandainya kita mau angkat derajat dan martabat bangsa dan negara,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X