Perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 H, seperti ini permintaan Kemenag untuk umat Islam Indonesia

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 20 April 2023 | 22:13 WIB
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Instagram @gusyaqut)
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Instagram @gusyaqut)

GENMILENIAL.ID - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah nenetapkan 1 Syawal 1444 H atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu 22 April 2023.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Konferensi Pers Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1444 H pada Kamis 20 April 2023.

Bertempat di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama, Jl. MH. Thamrin Jakarta, Menag Yaqut menyebut bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu, 22 April 2023.

"Secara mufakat menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu 22 April 2023," kata Menag Yaqut dikutip dari PMJNews pada Kamis 20 April 2023.

Baca Juga: 4 Prajurit TNI gugur atas serangan KKB, Panglima TNI tingkatkan status operasi jadi siaga tempur

Menurut Gus Yaqut, Kemenag telah melakukan pengamatan hilal di 123 titik di seluruh Tanah Air.

Dari hasil pengamatan tersebut Hilal awal Syawal 1443 H tidak terlihat di beberapa wilayah Indonesia pada hari ini, oleh karena itu bulan Ramadhan digenapkan jadi 30 hari.

Hadir dalam sidang isbat tersebut Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, M Ali Ramdhani.

Kemudian hadir pula Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Jaidi.

Baca Juga: Mengenal gerhana matahari, mulai dari pengertian sampai dampak untuk kehidupan di bumi

Terkait adanya perbedaan penetapan dalam penentuan 1 Syawal 1444H, Gus Yaqut meminta masyarakat jangan menjadi permasalahan.

"Jika pada hari ini atau mungkin di hari-hari besok ada perbedaan dalam pelaksanaan Idul Fitri, kami berharap bahwa kita tidak menonjolkan perbedaan," kata Gus Yaqut

Menteri Agama yang akrab dipanggil Gus Menteri ini meminta masyarakat agar selalù mencari persamaan ketimbang perbedaan, dan meminta umat Islam Indonesia untuk menjunjung tinggi nilai toleransi dan menghargai sesama.

"Kita mencari titik temu dari persamaan-persamaan yang mungkin kita miliki. Kita harus memberikan toleransi, kita toleransi," ucap Gus Yaqut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: PMJnews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X