GENMILENIAL.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gelar Rakornas Penanggulangan Bencana di JIEXPO Kemayoran, pada Kamis 2 Maret 2023.
Rakornas dengan tema 'Penguatan Resiliensi Berkelanjutan dalam Menghadapi Bencana'. dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, para Gubernur, Bupati, Walikota, dan Forkompimda, Perwakilan Lembaga se-Indonesia.
Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh lapisan pemerintah dari mulai TNI dan Polri secara nasional dapat mengatasi dan menanggulangi bencana dengan baik.
"Rasa bangga dan terima kasih atas hadirinya Bapak Presiden RI di tengah-tengah 4000 pejuang kemanusiaan yang hadir terdiri dari Gubernur, Bupati, Walikota, dan Forkompimda, Perwakilan Lembaga se-Indonesia," kata Suharyanto
Baca Juga: Subang dilanda banjir, Kapolsek Jalancagak Kompol Bony Yuniar tinjau lokasi potensi bencana
Selanjutnya, Kepala BNPB juga menyebut bahwa dalam gelar Rakornas Penanggulangan bencana tersebut pihaknya menghadirkan Pameran Teknologi Kebencanaan.
"Pameran Teknologi Kebencanaan yang kedepan diharapkan dapat melahirkan inisiasi lahirnya teknologi penanggulangan bencana buatan dalam negeri yang sesuai dengan karakteristik bencana di Indonesia." ucapnya
Letjen TNI Suharyanto juga menuturkan bahwa pada tahun 2022, jumlah bencana menurun dari tahun sebelumnya.
Kendati demikian dampak dari beberapa kali gempa bumi telah mengakibatkan jumlah korban jiwa meninggal dan kerusakan rumah serta infrastruktur lebih besar dari tahun 2021.
Baca Juga: Bupati Subang bangga, Novia Rozma penyanyi asal Subang raih Juara D'Koplo Indosiar
"Ditinjau dari jenisnya, becana hidrometrologi basah masih dominan, namun dari dampaknya, bencana geologi lebih signifikan sehingga menjadi fokus ke depan dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaannya," kata Suharyanto
"Belajar dari kejadian gempa Cianjur dengan dengan kekuatan 5,6 Magnitudo serta gempa Turki dengan kekuatan 7,8 Magnitudo. Maka penguatan struktur bangunan, fasilitas sosial, pendidikan, publik dan kesehatan harus menjadi fokus perhatian bersama." tambahnya
Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutanya lebih menyoroti terkait sistem peringatan dini bencana. Dia menilai peringatan dini saat ini masih terlambat sehingga perlu ditingkatkan.
"Yang pertama penting itu peringatan dini, ini sering masih kita terlambat peringatan dini. Yang kedua mengedukasi masyarakat, latihan dan lain-lain harus dilakukan. Skenario harus juga disiapkan," kata Presiden
Artikel Terkait
Blusukan ke Pasar Baturiti Bali, Presiden Jokowi pastikan operasi pasar berlanjut sampai harga beras turun
Hadiri resepsi puncak satu abad NU, ini pesan yang disampaikan Presiden Jokowi
Presiden Jokowi tegaskan tidak akan berikan toleransi buat pelaku korupsi
Presiden Jokowi resmi lepas bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Turkiye dan Suriah
Presiden Joko Widodo paparkan hasil audit 22 stadion sepakbola
Bupati Subang bangga, Novia Rozma penyanyi asal Subang raih Juara D'Koplo Indosiar
Subang dilanda banjir, Kapolsek Jalancagak Kompol Bony Yuniar tinjau lokasi potensi bencana