BNPB gelar Rakornas, Presiden Jokowi soroti peringatan dini pra bencana

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 2 Maret 2023 | 18:28 WIB
Presiden Jokowi hadiri Rakornas BNPB di JIEXPO Kemayoran, pada Kamis 2 Maret 2023
Presiden Jokowi hadiri Rakornas BNPB di JIEXPO Kemayoran, pada Kamis 2 Maret 2023

GENMILENIAL.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gelar Rakornas Penanggulangan Bencana di JIEXPO Kemayoran, pada Kamis 2 Maret 2023.

Rakornas dengan tema 'Penguatan Resiliensi Berkelanjutan dalam Menghadapi Bencana'. dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, para Gubernur, Bupati, Walikota, dan Forkompimda, Perwakilan Lembaga se-Indonesia. 

Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh lapisan pemerintah dari mulai TNI dan Polri secara nasional dapat mengatasi dan menanggulangi bencana dengan baik.

"Rasa bangga dan terima kasih atas hadirinya Bapak Presiden RI di tengah-tengah 4000 pejuang kemanusiaan yang hadir terdiri dari Gubernur, Bupati, Walikota, dan Forkompimda, Perwakilan Lembaga se-Indonesia," kata Suharyanto

Baca Juga: Subang dilanda banjir, Kapolsek Jalancagak Kompol Bony Yuniar tinjau lokasi potensi bencana

Selanjutnya, Kepala BNPB juga menyebut bahwa dalam gelar Rakornas Penanggulangan bencana tersebut pihaknya menghadirkan Pameran Teknologi Kebencanaan.

"Pameran Teknologi Kebencanaan yang kedepan diharapkan dapat melahirkan inisiasi lahirnya teknologi penanggulangan bencana buatan dalam negeri yang sesuai dengan karakteristik bencana di Indonesia." ucapnya

Letjen TNI Suharyanto juga menuturkan bahwa pada tahun 2022, jumlah bencana menurun dari tahun sebelumnya.

Kendati demikian dampak dari beberapa kali gempa bumi telah mengakibatkan jumlah korban jiwa meninggal dan kerusakan rumah serta infrastruktur lebih besar dari tahun 2021.

Baca Juga: Bupati Subang bangga, Novia Rozma penyanyi asal Subang raih Juara D'Koplo Indosiar

"Ditinjau dari jenisnya, becana hidrometrologi basah masih dominan, namun dari dampaknya, bencana geologi lebih signifikan sehingga menjadi fokus ke depan dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaannya," kata Suharyanto

"Belajar dari kejadian gempa Cianjur dengan dengan kekuatan 5,6 Magnitudo serta gempa Turki dengan kekuatan 7,8 Magnitudo. Maka penguatan struktur bangunan, fasilitas sosial, pendidikan, publik dan kesehatan harus menjadi fokus perhatian bersama." tambahnya

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutanya lebih menyoroti terkait sistem peringatan dini bencana. Dia menilai peringatan dini saat ini masih terlambat sehingga perlu ditingkatkan.

"Yang pertama penting itu peringatan dini, ini sering masih kita terlambat peringatan dini. Yang kedua mengedukasi masyarakat, latihan dan lain-lain harus dilakukan. Skenario harus juga disiapkan," kata Presiden

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X