Pegawai SPPG sebut ‘70 persen ingatan hilang’ di video bukan untuk menyindir kasus MBG Karo: Harus dilihat secara universal

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 21 September 2026 | 00:26 WIB
Klarifikasi pegawai SPPG Bantul soal unggahan dugaan ejek korban keracunan MBG Karo (Threads/zumaahmad9)
Klarifikasi pegawai SPPG Bantul soal unggahan dugaan ejek korban keracunan MBG Karo (Threads/zumaahmad9)

Baca Juga: Ketapang-Gilimanuk terancam lumpuh, pakar ITS soroti salah strategi dan beberkan opsi solusi

Sebut ‘70 persen’ tidak ditujukan kepada korban

GP menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung korban maupun pihak tertentu ketika mengucapkan kalimat mengenai kehilangan ingatan 70 persen.

Ia menjelaskan angka tersebut menurutnya harus dipahami secara universal dan tidak secara khusus dikaitkan dengan program pemerintah.

“Walaupun saya bilang 70 persen, tapi itu dilihat dari kacamata universal, itu 70 persen bisa menyinggung apapun yang ada. Saya tidak bilang 70 persen kehilangan ingatan dari program pemerintah, itu tidak. Saya tidak menyinggung program pemerintah,” jelasnya.

GP juga menyebut dirinya tidak menyebut nama korban, program tertentu, maupun pihak yang menjadi sasaran dalam video tersebut.

Baca Juga: Profil Danny Setiawan, mantan Gubernur Jabar itu kini telah wafat di usia ke-81

“Saya tidak bilang itu program apa, saya tidak mention korbannya siapa, namanya, dan segala macem,” sambungnya.

Ia kemudian menilai kaitan antara video yang dibuatnya dengan kasus MBG Karo muncul setelah video tersebut disebarluaskan dan dikaitkan dengan kasus yang sedang menjadi perhatian.

Sebut video dikaitkan dengan kasus MBG Karo

Menurut GP, video tersebut kemudian mengalami apa yang ia sebut sebagai “cocoklogi” dengan kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi di Karo.

“Dari pihak yang menyebarluaskan melakukan cocoklogi oleh salah satu korban KLB yang ada di Karo. Jadi, saya ucapkan sekali lagi minta maaf atas segalanya, itu tidak ada saya ingin viral atau menyinggung korban atau programnya,” paparnya.

Baca Juga: Dukung dan kawal program pemerintah, Qodari: Presiden Prabowo perjuangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia

GP menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul setelah video tersebut beredar.

Ia juga kembali menegaskan bahwa sejak awal tidak memiliki tujuan untuk membuat video tersebut menjadi viral ataupun menyinggung korban kasus MBG.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X