Baca Juga: Ketapang-Gilimanuk terancam lumpuh, pakar ITS soroti salah strategi dan beberkan opsi solusi
Sebut ‘70 persen’ tidak ditujukan kepada korban
GP menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung korban maupun pihak tertentu ketika mengucapkan kalimat mengenai kehilangan ingatan 70 persen.
Ia menjelaskan angka tersebut menurutnya harus dipahami secara universal dan tidak secara khusus dikaitkan dengan program pemerintah.
“Walaupun saya bilang 70 persen, tapi itu dilihat dari kacamata universal, itu 70 persen bisa menyinggung apapun yang ada. Saya tidak bilang 70 persen kehilangan ingatan dari program pemerintah, itu tidak. Saya tidak menyinggung program pemerintah,” jelasnya.
GP juga menyebut dirinya tidak menyebut nama korban, program tertentu, maupun pihak yang menjadi sasaran dalam video tersebut.
Baca Juga: Profil Danny Setiawan, mantan Gubernur Jabar itu kini telah wafat di usia ke-81
“Saya tidak bilang itu program apa, saya tidak mention korbannya siapa, namanya, dan segala macem,” sambungnya.
Ia kemudian menilai kaitan antara video yang dibuatnya dengan kasus MBG Karo muncul setelah video tersebut disebarluaskan dan dikaitkan dengan kasus yang sedang menjadi perhatian.
Sebut video dikaitkan dengan kasus MBG Karo
Menurut GP, video tersebut kemudian mengalami apa yang ia sebut sebagai “cocoklogi” dengan kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi di Karo.
“Dari pihak yang menyebarluaskan melakukan cocoklogi oleh salah satu korban KLB yang ada di Karo. Jadi, saya ucapkan sekali lagi minta maaf atas segalanya, itu tidak ada saya ingin viral atau menyinggung korban atau programnya,” paparnya.
GP menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul setelah video tersebut beredar.
Ia juga kembali menegaskan bahwa sejak awal tidak memiliki tujuan untuk membuat video tersebut menjadi viral ataupun menyinggung korban kasus MBG.
Artikel Terkait
Bupati Karo jadi sorotan warganet usai ungkap kondisi siswa yang keracunan MBG di Berastagi, begini awal mula pernyataan ‘berita baik’ viral
RDP dugaan keracunan MBG di DPRD Karo memanas, orang tua siswa tuntut tanggung jawab SPPG
Kepala BPOM sebut MBG lebih dari 4 jam masuk kategori basi: Kualitas makanan menurun
Dokter RSCM pastikan siswi Karo yang diduga keracunan MBG tak hilang ingatan: Memori jangka pendek dan panjangnya baik
Bahan baku MBG yang busuk diduga jadi penyebab kasus keracunan di daerah, berujung ribuan SPPG disetop
Kondisi siswi Karo yang diduga korban keracunan MBG kini membaik, sempat dijenguk Wapres Gibran
BGN layangkan teguran ke pegawai SPPG Bantul, buntut dugaan konten olok-olok korban keracunan MBG Karo