Viral kebakaran TPS Kramat Jati: Beko patungan warga tak bisa jangkau lokasi hingga satu petugas Damkar Jakarta Timur meninggal dunia

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:47 WIB
Viral keluhan warga saat terjadi kebakaran tumpukan sampah di TPS di Dukuh, Kramat Jati (Threads/fzh09 - dewinin20)
Viral keluhan warga saat terjadi kebakaran tumpukan sampah di TPS di Dukuh, Kramat Jati (Threads/fzh09 - dewinin20)

GENMILENIAL.ID - Sebuah utas mengenai kebakaran di Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur tengah menjadi sorotan di platform media sosial Threads.

Peristiwa kebakaran yang terjadi di tempat pembuangan sampah (TPS) pada Sabtu, 1 Agustus 2026 itu memicu keluhan dari warga setempat.

Dalam utas viral tersebut, warga menilai penanganan kebakaran berlangsung lamban, bahkan menuding lokasi TPS tersebut merupakan tempat pembuangan sampah ilegal.

Baca Juga: Dukung program 3 juta rumah, BSI beri kemudahan akses hunian di Danantara Housing Expo 2026 dengan special margin 2,75 persen

“Ini tempat pembuangan sampah ilegal. Tempat pembuangan puing dan lain-lain, entah dari daerah mana aja yang per harinya masuk 3 sampai 5 mobil buat buang sampah di sini,” tulis pemilik akun Threads @fzh09, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.

Keluhan warga soal penanganan dan peran perangkat desa

Masih dalam utas yang sama, pemilik akun juga mengungkap adanya permintaan dari pihak kelurahan agar informasi kebakaran tidak terlalu meluas.

“Saya disuruh hapus status WhatsApp dan ditelepon sama orang kelurahan. Lucu sekali, setakut itu kah mereka? Bukti semuanya sudah saya screenshot,” tulisnya.

Baca Juga: Dari baris-berbaris ke mental juara: Kejurcab LOBB Subang cetak generasi disiplin

Ia juga menyoroti minimnya dukungan logistik bagi petugas pemadam kebakaran di lapangan.

“Komandan pemadam pun ngomong ke saya kalo anak buahnya kehausan kenapa warga ga ada yang kasih air. Langsung saat itu juga saya beli konsumsi untuk mereka. Jangan tanya lurah, RT dan RW-nya kemana,” lanjutnya.

Keluhan lain datang dari upaya warga yang berinisiatif membantu proses pemadaman dengan menyewa alat berat secara mandiri.

“Jawaban Lurah kalau mereka punya 2 beko hanya saja yang satu tidak bisa diangkat dari air dan satu lagi tidak ada akses untuk datang ke lokasi, jadi kalau beko datang tetap tidak bisa masuk,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Subang genjot Raperda olahraga, bidik industri dan prestasi atlet daerah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X