Baca Juga: Kutukan gocap GOTO kembali ramai dibahas, investor: Saatnya bikin wasiat buat anak
Mulai dari pedagang makanan, penginapan, hingga jasa pendukung kegiatan diprediksi ikut merasakan dampak langsung dari penyelenggaraan event ini.
Pemerintah daerah pun berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkelanjutan.
“Harapannya ekonomi masyarakat bergerak dan UMKM bisa ikut tumbuh bersama,” kata Kang Rey.
Bukan sekadar hobi, ada misi sosial
Di sisi lain, Ketua Pelaksana RAOR Ahmad Sobari menegaskan bahwa kegiatan offroad tidak hanya soal hobi dan petualangan.
Komunitas juga membawa misi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menjelaskan, kegiatan offroad sering kali dibarengi dengan aksi nyata seperti penanaman pohon untuk reboisasi hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan kali ini, panitia juga menyalurkan bantuan berupa alat tulis dan Al-Qur’an kepada santri Pondok Pesantren Siti Nurhalimah sebagai bentuk kontribusi sosial.
Event daerah mulai berorientasi dampak
Transformasi RAOR menjadi ajang promosi ekonomi menunjukkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan event daerah.
Baca Juga: Ada tim dokter khusus untuk tangani pemulihan YTR, dari bedah plastik hingga gizi
Tidak lagi sekadar seremonial, tetapi diarahkan pada dampak nyata bagi masyarakat.
Rally kemudian dilanjutkan menuju lintasan offroad di kawasan Pasirheulang, yang menjadi salah satu destinasi unggulan dengan potensi wisata alam.
Artikel Terkait
Viral jalan berlumpur jadi ‘wisata’ dadakan di Lampung Timur, anak-anak asyik berendam di tengah jalan
Wisata VW Safari Ciater hadir di Subang, jelajahi 10 UMKM dengan mobil klasik di Bukit Rindu
Libur lebaran membludak, Kapolres Subang turun langsung amankan jalur wisata
Pondok Bali ditata ulang, Bupati Subang: Wisata maju tanpa mengorbankan ekosistem
Bupati Subang jamin keamanan investasi, Grand Opening PT Beka Wire Indonesia perkuat kepercayaan industri
Bupati Subang hadiri drama kolosal 'Pajajaran Gugat' di Bandung, tegaskan komitmen lestarikan budaya Sunda
Potongan aplikasi ojol dipangkas jadi 8 persen, Bupati Subang pasang badan dukung driver