Hal ini terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram @balisanbus.
Dalam rekaman tersebut, terlihat kendaraan menumpuk di kantong parkir pelabuhan hingga menyebabkan keterlambatan jadwal keberangkatan.
“Situasi di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk sangat padat hingga menimbulkan antrean panjang,” ujar perekam video.
Akibatnya, waktu tempuh penyeberangan pun menjadi lebih lama dari biasanya.
Disebut jadi 'festival tahunan'
Keluhan juga datang dari akun @soniaasha_ yang menyebut kemacetan di Ketapang sebagai fenomena yang terus berulang setiap tahun.
“Festival tahunan Ketapang sama dengan kemacetan. Dulu setahun dua kali, sekarang makin sering dan sulit diprediksi,” tulisnya.
Ia berharap ada perbaikan sistem dan kebijakan dari pemerintah agar kemacetan tidak terus berulang di masa mendatang.
Menurutnya, meski pengaturan lalu lintas oleh petugas membantu saat kemacetan terjadi, solusi jangka panjang tetap diperlukan.
ASDP minta maaf dan ungkap penyebab
Menanggapi kondisi ini, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia menjelaskan bahwa kepadatan disebabkan oleh lonjakan volume kendaraan sejak Minggu, 21 Juni 2026, terutama kendaraan pribadi roda empat yang meningkat hingga 30 persen dari hari biasa.
Artikel Terkait
Tol Cisumdawu gratis kalau arus balik Lebaran 2025 tetap macet meski jalur one way dibuka
Selain Pelindo, Pramono Anung ikut minta maaf terkait macet panjang Tanjung Priok akibat bongkar muat melebihi kapasitas di Pelabuhan
Pramono Anung sebut 3 hari macet horor Tanjung Priok bentuk pengelola Pelabuhan yang tak profesional, siap beri peringatan keras untuk Pelindo
Sindiran dingin Dedi Mulyadi soal macet Bandung: Memang macet, tapi dingin
Jalan macet saat banjir, dokter bedah ini tetap berjuang ke RS demi operasi pasien
Seplastik takjil dioper saat macet Jakbar, aksi sederhana ini bikin haru di waktu maghrib
Macet horor Ketapang terurai, DPRD apresiasi peran polisi dan sopir logistik