Rekonstruksi kasus daycare Little Aresha ungkap fakta miris, pengasuh ikat balita atas perintah ketua yayasan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 10 Juni 2026 | 00:50 WIB
Rekonstruksi yang dilakukan dalam kasus kekerasan anak daycare Little Aresha (Threads/anggasfausi)
Rekonstruksi yang dilakukan dalam kasus kekerasan anak daycare Little Aresha (Threads/anggasfausi)

Selain praktik pengikatan, rekonstruksi juga mengungkap adanya pembiaran terhadap kondisi anak-anak yang tetap dalam keadaan terikat, bahkan saat sedang beristirahat.

Baca Juga: Buku ‘Presiden Solusi’ ungkap 108 kebijakan Prabowo, disusun ringkas agar mudah dipahami publik

“Dia ditidurkan dalam keadaan terikat semua, tapi dalam kondisi terlentang gitu,” ungkap Risky.

Kondisi tersebut disebut sesuai dengan temuan saat aparat kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi. Saat itu, petugas menemukan anak-anak dalam kondisi tidak dapat bergerak.

“Memang waktu saat kita melakukan penggerebekan itu kita lihat langsung ada anak dalam kondisi terlentang dan muntah dan nangis, karena sudah tidak bisa bergerak ya,” jelasnya.

Ikatan dibuka saat penjemputan dan dokumentasi

Terkait durasi pengikatan, pihak kepolisian menyebut bahwa hal tersebut bergantung pada waktu penjemputan oleh orang tua. Anak-anak tetap dalam kondisi terikat hingga dijemput.

Baca Juga: Viral pria di Manado lari dari kamar mandi dengan badan penuh sabun saat gempa M 7,7

“Kadang-kadang anak ada yang diambil jam 10.00 WIB, ada yang jam 12.00 WIB, ada yang jam 14.00, ada yang jam 17.00 WIB. Ini semua tergantung dari orang tua mengambil jam kapan gitu,” terang Risky.

Selain saat penjemputan, ikatan juga dilepas ketika pengasuh mengambil dokumentasi kegiatan anak seperti saat makan atau mandi untuk dikirimkan kepada orang tua.

Dalam kasus ini, total terdapat 13 tersangka yang telah ditetapkan, terdiri dari DK selaku ketua yayasan, AP sebagai kepala sekolah, serta sejumlah pengasuh lainnya berinisial FN, NF, LIS, EN, SRM, DR, HP, JK, SRJ, DO, dan DM.

Jumlah korban awalnya tercatat sebanyak 53 anak. Namun, seiring perkembangan penyelidikan, jumlah tersebut diperkirakan bertambah hingga lebih dari 100 anak, termasuk anak-anak yang masih dititipkan maupun yang telah menjadi alumni daycare tersebut.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X