Setelah pencarian intensif, dua wisatawan di Curug Cileat ditemukan meninggal

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 23:15 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban longsor di kawasan Curug Cileat, Kabupaten Subang, melalui jalur terjal usai ditemukan dalam kondisi tertimbun material, Sabtu 16 Mei 2026 (Dok. Istimewa)
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban longsor di kawasan Curug Cileat, Kabupaten Subang, melalui jalur terjal usai ditemukan dalam kondisi tertimbun material, Sabtu 16 Mei 2026 (Dok. Istimewa)

Baca Juga: Viral dugaan pelecehan dosen UNU Blitar, 15 mahasiswi jadi korban, pelaku dinonaktifkan sementara

Selain itu, kondisi medan yang ekstrem juga membuat alat berat tidak dapat digunakan dalam proses pencarian.

“Medannya sangat berat dan ekstrem, sehingga proses evakuasi dilakukan secara manual oleh tim di lapangan,” ungkapnya.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim SAR untuk terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan.

Longsor dipicu hujan deras

Peristiwa longsor yang menewaskan dua wisatawan tersebut terjadi saat kawasan Curug Cileat diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi pada Jumat 15 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga: Viral main game saat rapat, anggota DPRD Jember Achmad Syahri ngaku khilaf usai disanksi keras Gerindra

Tebing setinggi sekitar 250 meter dilaporkan longsor dan menyeret korban yang saat itu tengah mendaki menuju lokasi air terjun.

Kondisi cuaca ekstrem di kawasan wisata alam menjadi faktor utama yang memicu terjadinya bencana tersebut.

Apresiasi untuk tim SAR gabungan

Pihak Tagana Subang menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian.

Unsur yang terlibat di antaranya Basarnas, BPBD, Tagana, Damkar, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat yang turut membantu pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Baca Juga: Tragedi tambang emas Sijunjung Sumbar: 9 Penambang tewas tertimbun longsor, aktivitas diduga ilegal

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam proses pencarian ini,” ucap Jajang.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan faktor keselamatan saat beraktivitas di kawasan alam terbuka.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X