Menurut Udin, upaya pencarian telah dilakukan selama kurang lebih lima jam hingga pukul 19.30 WIB.
Namun, hingga waktu tersebut, kedua korban belum berhasil ditemukan dan diduga masih tertimbun material longsor.
Cuaca buruk hentikan operasi pencarian
Proses pencarian akhirnya terpaksa dihentikan sementara akibat kondisi cuaca yang memburuk di lokasi kejadian.
Hujan yang kembali turun dikhawatirkan dapat memicu longsor susulan yang membahayakan keselamatan tim pencari.
“Dikarenakan cuaca buruk dan kembali turun hujan, pencarian terpaksa dihentikan demi menghindari terjadinya longsor susulan,” jelas Udin.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi medan yang berada di kawasan perbukitan dengan tingkat kerawanan tinggi.
Pencarian dilanjutkan dengan personel tambahan
BPBD memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu 16 Mei 2026 dengan jumlah personel yang lebih banyak.
Tim SAR gabungan juga akan melakukan penyisiran lebih luas di sekitar lokasi longsor, termasuk area aliran Sungai Cileat.
“Pencarian akan dilanjutkan besok dengan menerjunkan personel yang lebih banyak. Mudah-mudahan korban bisa ditemukan,” kata Udin.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih menjadi fokus utama tim di lapangan, sementara keluarga korban menunggu kabar dengan penuh harap.***
Artikel Terkait
Polwan Polres Subang berikan trauma healing kepada para pengungsi korban bencana longsor di Desa Pasanggrahan
Negara tanggung biaya jembatan Bailey dan operasional TNI di kawasan bencana Sumatra
Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat, puluhan rumah tertimbun dan 8 warga meninggal dunia
Ki Maher: Bencana tak lagi bisa diprediksi, saatnya manusia kembali menjaga alam
Hujan deras picu banjir dan longsor susulan di Purbalingga, jalan warga berubah seperti sungai
Ikut bantu evakuasi longsor Cisarua, remaja indigo asal Majenang ngaku dituntun panggilan batin
Jalan amblas dan harapan Ramadan anak-anak Desa Uyem Beriring Gayo Lues usai banjir dan longsor