Ia secara khusus menyoroti dampak yang dirasakan peserta dan guru pendamping, terutama dari SMAN 1 Pontianak.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti jalannya perlombaan tersebut.
Jadi pembelajaran untuk lebih bijak
Lebih lanjut, Shindy mengaku menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi diri agar lebih berhati-hati dalam berbicara di ruang publik.
Ia menyadari pentingnya memilih diksi yang tepat, terutama saat berada dalam posisi yang disorot banyak orang.
Baca Juga: Viral ‘mungkin hanya perasaan adik-adik’, MC LCC MPR RI Shindy Lutfiana minta maaf usai tuai kritik
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi,” ujarnya.
Shindy juga berkomitmen untuk memperbaiki diri dan bersikap lebih baik ke depannya.
Sorotan pentingnya empati di ruang publik
Kasus ini menjadi pengingat bahwa komunikasi di ruang publik memerlukan sensitivitas tinggi, terutama bagi figur yang berinteraksi langsung dengan peserta atau audiens.
Ucapan yang dianggap sepele dapat menimbulkan dampak besar, terlebih jika menyangkut perasaan dan pengalaman orang lain.***
Artikel Terkait
Jawab ‘kutukan’ standing ovation juri Indonesian Idol, begini kata Anang Hermansyah: Kadang aku berpikir
Meriah! Puluhan jurnalis Subang rayakan HUT ke-80 RI dengan aneka lomba Agustusan
Meriah, HUT Subang ke-78 hadirkan harmoni budaya Sunda, dari lomba merias gerbang hingga pesta rakyat
Pelari Jogja 10K dipukul OTK di tengah lomba, pelaku sempat ngamuk di jalanan
Viral kontroversi LCC 4 pilar MPR RI Kalbar, SMAN 1 Pontianak tuntut klarifikasi penilaian juri
Viral LCC MPR di Kalbar, jawaban sama nilai beda: Juri disorot, MPR janji evaluasi
Viral skandal LCC MPR, influencer Salsa Erwina soroti nasib siswa: Bukan meritokrasi, tapi tergantung juri