Perbedaan penilaian yang kontras inilah yang kemudian memicu protes dari peserta dan menjadi sorotan publik.
Peserta protes, juri singgung artikulasi
Merasa dirugikan, peserta dari Grup C langsung menyampaikan keberatan kepada dewan juri.
Baca Juga: Subang butuh 120 mesin pengolah sampah, Pemprov Jabar siap beri bantuan
Mereka menegaskan bahwa jawaban yang disampaikan sama dengan kelompok lain yang mendapat nilai penuh.
Namun, juri menyebut ada perbedaan dalam penyebutan unsur penting dalam jawaban, khususnya terkait Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Selain itu, juri lain juga menyoroti aspek artikulasi peserta saat menjawab.
“Artikulasi itu penting. Kalau menurut kalian sudah jelas, tapi dewan juri tidak mendengar dengan jelas, maka juri berhak memberikan nilai minus,” ujar salah satu juri.
Baca Juga: Konsisten edukasi lingkungan, Bank Sampah KBS gaungkan pilah sampah di SMK Al Mufti Subang
Penjelasan tersebut justru semakin memicu perdebatan di ruang publik, terutama di media sosial yang menilai alasan tersebut tidak cukup kuat untuk membenarkan perbedaan nilai yang signifikan.
MPR akui perlu evaluasi sistem
Akbar mengakui bahwa insiden serupa ternyata bukan kali pertama terjadi.
Ia mengungkapkan adanya laporan kejadian sejenis pada pelaksanaan lomba di provinsi lain sebelumnya.
Hal ini menjadi dasar bagi MPR untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem lomba.
Baca Juga: Viral balita diajak ke konser malam di waterpark, dokter anak ingatkan risiko kesehatan
Artikel Terkait
Deret kontroversi Ma Ning, wasit laga Irak vs Indonesia: Dari 3 penalti di final Piala Asia hingga rekor minor untuk Garuda
Kontroversi pemakzulan Gus Yahya: Rapat harian Syuriyah dinilai tak punya kewenangan pecat Ketum PBNU
Kontroversi 3 Bupati Aceh tak sanggup atasi bencana: Wamendagri anggap wajar, Mualem justru semprot dan buka pintu undur diri
Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal aksi udunan warga Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dituduh pimpin jaringan narkotika, penangkapannya oleh AS tuai kontroversi global
Ramai kontroversi show ‘Mens Rea’, Pandji Pragiwaksono tegaskan materinya murni komedi dan kritik sosial
Viral kontroversi LCC 4 pilar MPR RI Kalbar, SMAN 1 Pontianak tuntut klarifikasi penilaian juri