Baca Juga: Viral pria pukul perempuan di simpang Pasar Cibinong, aksi emosi dipicu cekcok di jalan
Ia menekankan bahwa perlindungan lahan sawah bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.
Dukungan penuh pemerintah daerah
Kehadiran Bupati Subang dalam rapat koordinasi tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pengendalian alih fungsi lahan.
Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat sepakat bahwa LP2B menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan sektor pertanian.
Selain itu, langkah ini juga dinilai mampu memberikan kepastian bagi petani agar lahan yang mereka garap tetap terlindungi dari tekanan konversi lahan.
Baca Juga: Apartemen di Tanjung Duren Jakbar terbakar, 22 unit damkar dikerahkan dan evakuasi masih berlangsung
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Kementerian ATR/BPN, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta kepala daerah lainnya.
Bupati Subang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Subang.
Dengan kebijakan ini, Subang diharapkan tetap menjadi salah satu daerah penopang utama produksi pangan nasional, tanpa harus kehilangan arah di tengah derasnya arus pembangunan industri.***
Artikel Terkait
Mentan Amran ajak petani muda bangkit, beber situasi ekspor-impor 5 sektor pertanian
500 Petani Subang rasakan dampak positif Program Rubuha lawan hama tikus
GMNI Subang tegaskan masa depan pertanian tak boleh tersisih oleh proyek industrialisasi
Akses pertanian pulih, warga Manyingsal nilai perbaikan jalan 2,8 km Bupati Subang bantu nafkah warga
Kang Rey minta OPD Subang lebih responsif: Dari PAD hingga layanan publik
Subang Plaza bakal disulap jadi ikon baru, Kang Rey dorong wajah baru pusat kota Subang
Penataan Pujasera Subang digodok, Kang Rey pastikan pedagang jadi prioritas utama