Kinerja BGN disorot ‘brutal’, SDR desak presiden copot Kepala Badan Gizi Nasional

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 14 April 2026 | 13:26 WIB
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto (Dok. Istimewa)
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto (Dok. Istimewa)

Selain itu, sejumlah proyek pengadaan di lingkungan BGN juga turut menjadi perhatian.

Baca Juga: Sidang dugaan pelecehan 16 mahasiswa FH UI berujung ricuh, diminta akui perbuatan di forum terbuka

Hari mengungkapkan beberapa di antaranya, seperti pengadaan 32 ribu unit laptop, alat makan program MBG senilai Rp4 triliun, pengadaan motor listrik senilai Rp2,4 triliun, serta anggaran jasa event organizer sebesar Rp113 miliar.

Ia menilai, respons internal terhadap berbagai persoalan tersebut masih bersifat reaktif.

“Penanganan lebih banyak dilakukan dengan pendekatan tambal sulam, bukan pembenahan sistemik,” kata Hari.

Menurutnya, pola tersebut berisiko memperbesar inefisiensi anggaran sekaligus menurunkan kualitas layanan program kepada masyarakat.

Baca Juga: Tangis ibu di Lampung pecah, anaknya diduga terlilit utang judol hingga Rp19 juta dan menghilang

Isu transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa juga menjadi sorotan, termasuk potensi pembengkakan anggaran serta dugaan ketidaksesuaian spesifikasi logistik pendukung program MBG.

Meski belum seluruhnya terkonfirmasi sebagai pelanggaran hukum, rangkaian persoalan tersebut dinilai cukup untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga.

Dorong evaluasi hingga level kepemimpinan

Hari menegaskan, evaluasi tidak cukup hanya dilakukan pada aspek administratif, tetapi juga harus menyentuh level kepemimpinan di BGN.

Baca Juga: Rombongan pejabat disorot usai berhenti di tikungan Sitinjau Lauik, polisi pengawal diperiksa

Ia mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas apabila tidak terdapat perbaikan signifikan dalam waktu dekat.

“Jika basis penilaian hanya pada loyalitas tanpa indikator hasil kerja yang jelas, maka BGN berpotensi menjadi beban dalam pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa masih banyak sumber daya manusia yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin BGN secara lebih profesional dan akuntabel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X