Rona menegaskan bahwa pihaknya tidak serta-merta membantah pernyataan gubernur, namun memilih untuk mencari kejelasan data di lapangan.
Baca Juga: Motor terbakar di SPBU Semarang berakhir damai, pemilik minta petugas tak dipecat
“Tidak membantah, hanya sedang mencari kebenarannya,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 365 perusahaan di Kabupaten Subang dengan berbagai skala, mulai dari kecil, menengah hingga besar.
“Ada yang kecil, ada yang besar, ada yang menengah, semuanya berjumlah 365 dengan berbagai macam bidang,” jelasnya.
Sorotan pada serapan tenaga kerja lokal
Langkah Disnakertrans ini menjadi bagian dari upaya memastikan transparansi data serta menjawab sorotan publik terkait sejauh mana tenaga kerja lokal terserap di sektor industri Subang.
Baca Juga: Mobil masuk jurang di Malang diduga rem blong, 1 keluarga selamat
Terlebih, isu ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi yang mendorong agar masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari investasi yang masuk.
Hingga saat ini, Disnakertrans Subang masih menunggu respons resmi dari pihak perusahaan terkait data yang diminta.***
Artikel Terkait
6 Tuntutan Aliansi Buruh Subang saat lakukan long march dari Gedung Disnakertrans hingga DPRD Subang, hasil audiensi DPRD akan segera gelar Paripurna!
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Pabrik wajib utamakan tenaga kerja lokal, bukan dari luar daerah
VinFast resmi beroperasi di Subang, Kang Rey pastikan serapan tenaga kerja lokal dan arah industri hijau
Sehari beroperasi, VinFast Subang didemo 800 warga Cibogo dan Padaasih tuntut prioritas tenaga kerja lokal
Momentum HUT ke-78, DPRD Subang dorong pembangunan ngebut hingga target nol jalan rusak 2027
Pedas, Dedi Mulyadi tegur pejabat Subang soal kinerja dan minim aksi lapangan
Dedi Mulyadi sentil Disparpora, Satpol PP dan Disnakertrans Subang, soroti kinerja tak maksimal