Dedi mengungkapkan bahwa dari hasil pemantauannya, jumlah tenaga kerja asal Subang di perusahaan-perusahaan besar masih sangat minim.
“Saya cek, dari 10 pekerja hanya 2 orang Subang,” ujarnya.
Baca Juga: Viral CCTV rekam orang beraktivitas mencurigakan di perempatan Bantul dini hari, warga resah
Ia meminta Disnakertrans segera turun tangan melakukan pendataan dan memastikan proses rekrutmen berjalan transparan serta bebas dari praktik percaloan.
“Segera identifikasi, hentikan calo tenaga kerja yang mengatasnamakan desa atau ormas, gunakan sistem yang baik,” katanya.
Dorong perubahan pola kerja birokrasi
Secara keseluruhan, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pola kerja birokrasi harus berubah. Ia meminta seluruh OPD untuk tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat dan menyelesaikan persoalan secara konkret.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi oleh keberanian pejabat dalam mengambil tindakan dan keputusan.
Baca Juga: Bapak-bapak di Sidoarjo viral usai blokir jalan perum, klaim akses pribadi picu protes warga
“Kalau kerja hanya prosedural, tidak akan selesai-selesai,” ujarnya.
Momentum Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang diharapkan menjadi titik evaluasi bagi seluruh OPD untuk meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.***
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi: Banyak tindak pidana ringan terjadi karena kebutuhan dasar warga belum terpenuhi
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Pabrik wajib utamakan tenaga kerja lokal, bukan dari luar daerah
Gubernur Dedi Mulyadi siapkan moratorium penebangan hutan, ingatkan pentingnya menjaga bumi
Sehari beroperasi, VinFast Subang didemo 800 warga Cibogo dan Padaasih tuntut prioritas tenaga kerja lokal
Polres Subang hentikan aktivitas crusher stone PT A.B. di Kasomalang, Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi
Momentum HUT ke-78, DPRD Subang dorong pembangunan ngebut hingga target nol jalan rusak 2027
Pedas, Dedi Mulyadi tegur pejabat Subang soal kinerja dan minim aksi lapangan