Menu yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah spageti, meski penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: SK turun mendadak, PCNU Banyuwangi tancap gas siapkan pelantikan besok
“Saya lihat sebagian besar yang korban terdampak, memang diduga dari makanan spageti-nya. Diduga ya, tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium atau pihak yang bertanggung jawab yang akan menyampaikan secara terbuka,” katanya.
Pada hari tersebut, menu MBG yang dibagikan meliputi mix vegetables, scramble egg tofu, stroberi, bolognese sauce, bakso tiga butir, dan spageti.
Biaya ditanggung dan operasional dihentikan
Pemerintah memastikan seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Data pemilih Subang tembus 1,23 juta, KPU soroti pentingnya akurasi dan partisipasi warga
“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” ungkap Pramono.
“Recovery mudah-mudahan satu sampai dua hari semuanya sudah selesai,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Pondok Kelapa 2 dihentikan sementara untuk proses evaluasi.
Meski demikian, BGN tetap menyiapkan alternatif SPPG lain agar distribusi program MBG di sekolah penerima manfaat tetap berjalan.***
Artikel Terkait
Tabel gizi MBG Ramadan disorot, cara penulisan disebut bikin salah paham
Viral joget di dapur MBG, SPPG Pangauban disetop sementara, Hendrik Irawan minta maaf
Viral mobil MBG dipakai angkut sampah di Nabire, BGN langsung bekukan operasional SPPG
Es kuwut diduga jadi penyebab keracunan MBG di Pemalang, ini temuan investigasinya
MBG datang saat siswa sudah pulang, wali murid di Gresik keluhkan keterlambatan pengantaran
Pengawasan MBG disorot, Agus Masykur Rosyadi: Program harus tepat sasaran dan berkelanjutan
Viral mobil MBG di Malang diduga lupa tutup bagasi, pegawai SPPG panik kejar di jalan