Dugaan itu diperkuat dengan cara mengemudi sopir yang terus memacu kendaraan meski kondisi jalan cukup berbahaya.
Penumpang sempat teriak minta pelan
Taufik mengungkapkan, sejumlah penumpang sebenarnya sudah berulang kali mengingatkan sopir agar mengurangi kecepatan.
Bahkan, keluarganya disebut sempat berteriak secara langsung.
"Mamah saya sama teteh saya juga sudah teriak, 'Pak Haji, pelan-pelan'," ungkapnya.
"Saya juga sempat menegur, 'Pak Haji, launan, jangan kencang terus'," lanjut Taufik.
Namun, peringatan tersebut diduga tidak diindahkan oleh pengemudi.
Berakhir tragis di jurang
Perjalanan nahas itu akhirnya berujung tragedi ketika kendaraan kehilangan kendali dan terguling ke jurang.
Baca Juga: Milad ke-7 Ash Shiddiq Tour memberangkatkan 7 bus dengan 310 jamaah umroh dari Subang
Taufik menyebut, saat kejadian berlangsung, para penumpang sudah tidak bisa berbuat banyak.
"Saat kejadian sudah tidak bisa apa-apa, hanya bisa pasrah," tuturnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan maut tersebut, termasuk kemungkinan faktor kelalaian pengemudi maupun kondisi kendaraan.***
Artikel Terkait
Pasangan suami istri asal Majalengka bobol data pribadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, Polres Subang ungkap modusnya
Viral rekaman CCTV kecelakaan pemotor wanita di Bandung, tewas terlindas truk kontainer di Jalan Dayeuhkolot
Bencana 1 malam di Majalengka: Longsor tutup jalur provinsi, 65 rumah terendam banjir di 6 kecamatan
Motor korban kecelakaan di Jalan Jogja-Solo raib dibawa ‘penolong’, viral di medsos dan diselidiki polisi
Anak sulung korban kecelakaan truk kontainer di Karawang cari cincin kenangan bersama mamanya
Viral siswa di Majalengka ngadu ke KDM soal menu MBG, sebut hanya mendapat ubi bakar
Mobil travel masuk jurang di Majalengka, 20 penumpang jadi korban, 6 orang meninggal