Selain itu, pembangunan juga dilakukan di wilayah Aceh Timur seperti Baroh Bogeng dan Seunebok, serta di Kabupaten Nagan Raya tepatnya di wilayah Beutong Ateuh.
Adapun di Kabupaten Bener Meriah, sejumlah titik pembangunan jembatan meliputi Timang Gajah, Jamur Ujung, Wehni Rongka, Bener Kelipah, Uning Baro, Bener Pepanyi, hingga Rembele dan Jalur Pacuan Kuda.
Sementara di Aceh Tengah pembangunan dilakukan di Krueng Pelang dan PLTA Angkup.
Di Aceh Singkil jembatan dibangun di wilayah Telaga Barat dan Lae Sipola, sedangkan di Aceh Tamiang berada di kawasan Bandar Baru.
Dukung pemulihan pasca bencana
Selain membangun jembatan, TNI AD juga mengerahkan satuan Zeni untuk membantu berbagai upaya pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.
Kegiatan tersebut meliputi pembukaan akses jalan yang tertutup longsor, normalisasi sungai, serta membantu perbaikan sejumlah fasilitas umum yang rusak.
Maruli menegaskan bahwa TNI AD akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur darurat seperti Jembatan Bailey sangat penting untuk memastikan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.***
Artikel Terkait
4 Kampung hilang tersapu banjir bandang Aceh, akses darat putus total: Jembatan Bailey dikebut demi jangkau korban
Jembatan Bailey Teupin Mane mulai difungsikan, akses bantuan ke Bener Meriah kembali terbuka
Negara tanggung biaya jembatan Bailey dan operasional TNI di kawasan bencana Sumatra
Warga Aceh di tenda pengungsian hanya ambil satu kotak nasi, viral karena sikap peduli sesama
Perkebunan kopi terancam lubang raksasa, Usman warga Aceh Tengah ikhlas lepas tanah 30 tahun
Tiga bulan pascabanjir Aceh, anak-anak bertahan belajar di ruko dan tenda darurat
Viral warga Aceh Tengah panic buying BBM, antrean SPBU mengular hingga bawa jeriken