Sejumlah warganet yang melihat video tersebut kemudian memberikan berbagai tanggapan di kolom komentar.
Beberapa di antaranya menduga daging tipis tersebut merupakan dendeng olahan yang siap digoreng.
Baca Juga: Viral paket bundling MBG 3 hari di Blora, ini penjelasan kebijakannya
“Itu dendeng tinggal goreng sebentar,” tulis akun @tin********a.
“Itu dendeng kaya yang kemarin gue beli, sebungkus isi banyak cuma Rp10.000 dan rasanya kayak kardus basah asli wkwk. Ahli gizinya beneran ahli gizi bukan itu?” tulis akun @aru******1.
“Itu dendeng yang dijual di toko frozen food yang harganya Rp12.000 isinya 10 per pack,” tulis akun @dav*********h.
Komentar-komentar tersebut menjadi bagian dari respons publik terhadap menu MBG yang dinilai tidak sesuai ekspektasi.
Baca Juga: Gus Miftah: MBG program baik, yang perlu diperbaiki cara pengelolaannya
Laporan Kepala BGN soal kebutuhan daging dalam program MBG
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pernah melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program MBG.
Hal itu disampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada 15 Desember 2025.
Dalam rapat tersebut, Dadan menyebut bahwa setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG membutuhkan satu ekor sapi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan menu daging.
Ia menjelaskan bahwa pada akhir Desember 2025 terdapat sekitar 19.000 dapur SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia.
Dengan jumlah tersebut, maka diperkirakan sebanyak 19.000 ekor sapi harus dipotong setiap hari secara serentak untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
Artikel Terkait
Ratusan miliar untuk seragam hingga alat makan MBG, ICW soroti tata kelola Badan Gizi Nasional
ICW soroti pengadaan MBG, pembelian sendok bebek 2025 disebut habiskan Rp4 miliar
Viral telur rebus MBG di Magetan masih ada kotoran ayam, Bupati Nanik Sumantri janji tindak lanjut
Viral kepala sekolah di Salatiga protes menu MBG, mengaku temukan ulat hingga sekrup di makanan
SPPG Giyanti Temanggung dihentikan sementara usai dugaan paket MBG tak layak konsumsi
KPK mulai petakan celah korupsi MBG, isu mark up bahan baku SPPG jadi sorotan
Viral guru di Blitar keluhkan harus pindahkan MBG dari kantong SPPG ke plastik, disebut kurangi jam mengajar