Banjir kembali rendam Ciasem, kerusakan tanggul jadi sorotan utama

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 25 Januari 2026 | 17:11 WIB
Banjir di Kecamatan Ciasem akibat jebolnya tanggul yang menyebabkan air meluap hingga merendam pemukiman warga (Dok. Istimewa)
Banjir di Kecamatan Ciasem akibat jebolnya tanggul yang menyebabkan air meluap hingga merendam pemukiman warga (Dok. Istimewa)

Tanggul Jebol Jadi Pemicu Utama Banjir

Kang Rey menjelaskan, banjir tidak hanya terjadi di Ciasem, namun juga melanda wilayah lain seperti Kecamatan Pamanukan dan Blanakan. Namun, kondisi terparah terjadi di Ciasem akibat tanggul yang jebol.

“Di Pamanukan banjir terjadi di belakang Yogya Swalayan, di Blanakan lebih ke area persawahan. Tapi yang paling parah memang di Ciasem, khususnya di Ciasem Tengah dan Ciasem Hilir, karena tanggul jebol,” jelas Kang Rey.

Ia menegaskan, persoalan banjir tidak hanya disebabkan tingginya curah hujan, tetapi juga lemahnya infrastruktur pengendali air yang tidak mampu menahan debit air saat hujan ekstrem.

Prioritaskan Kebutuhan Warga Terdampak

Dalam kunjungannya, Kang Rey didampingi Kalak BPBD Kabupaten Subang serta Camat Ciasem. Ia menekankan bahwa langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Kita siapkan dulu kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari makanan hingga alat kesehatan. Kita juga koordinasi dengan pihak terkait agar bantuan bisa segera tersalurkan,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Subang juga memastikan akan membantu warga yang kehilangan dokumen penting akibat banjir, seperti KTP, ijazah, hingga sertifikat tanah.

“Kalau ada dokumen yang hilang, silakan didata. Pemerintah siap membantu pengurusannya agar masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.

Dorong Perbaikan Tanggul untuk Cegah Banjir Berulang

Kang Rey menegaskan bahwa solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di Ciasem adalah perbaikan tanggul yang menjadi penyebab utama meluapnya air.

“Wilayah ini memang berada di cekungan. Tapi penyebab utama banjir adalah jebolnya tanggul. Karena itu, perbaikannya harus segera dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski pembangunan tanggul bukan sepenuhnya kewenangan pemerintah daerah, pihaknya akan terus mendorong pengembang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar segera melakukan perbaikan.

“Kami akan dorong agar tanggul segera diperbaiki supaya kejadian serupa tidak terulang, apalagi intensitas hujan saat ini masih tinggi,” katanya.

Ajak Warga Berdoa dan Tetap Waspada

Di akhir kunjungannya, Kang Rey mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta memperbanyak doa agar bencana segera berlalu.

“Kita berdoa bersama agar air segera surut dan curah hujan menurun. Doa adalah ikhtiar yang tidak boleh kita tinggalkan,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X