Menurut mereka, gelondongan kayu tersebut memiliki panjang dan diameter yang tidak lazim, bahkan dinilai cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan bangunan skala besar.
“Satu kapal ini bisa satu kapal, kalian tahu nggak?” ujar seorang pria dalam video yang beredar, merujuk pada ukuran kayu tersebut.
Baca Juga: Stop pungli, adminduk kini selesai di kecamatan: Kang Rey dorong layanan bersih dan dekat ke warga
Relawan lain menambahkan bahwa kayu-kayu tersebut berpotensi dimanfaatkan kembali oleh warga, misalnya sebagai bahan bangunan dasar atau fondasi rumah, mengingat kondisinya yang masih kokoh.
“Kayu ini juga nanti bisa mereka bangun untuk tapaknya mereka masing-masing,” ujar relawan tersebut sambil duduk di atas gelondongan kayu.
Disebut mengingatkan kisah Nabi Nuh
Masih dalam unggahan yang sama, Buni Amin menyebut keberadaan kayu raksasa tersebut sebagai gambaran betapa dahsyatnya banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang.
Ia bahkan menyebut ukurannya mengingatkan pada kisah bahtera Nabi Nuh.
Baca Juga: Peringati Hari Bela Negara 2025, IFG teguhkan transformasi dan pelayanan publik
“Kayu ini bisa digunakan untuk kapal Nabi Nuh,” ucapnya.
Pernyataan tersebut memicu beragam komentar warganet, sebagian mengaitkannya dengan kisah banjir besar dalam sejarah, sementara lainnya menyoroti pentingnya menjaga kawasan hulu agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebagai informasi, banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebelumnya mengakibatkan kerusakan besar pada permukiman, infrastruktur, serta memaksa ribuan warga mengungsi.
Hingga kini, proses pembersihan material sisa banjir dan pemulihan wilayah terdampak masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak.***
Artikel Terkait
Tinggalkan lokasi bencana di Aceh Tamiang, influencer Vilmei terisak dikuatkan warga: Jangan nangis, kami bahagia
10 Jam jalan kaki demi sembako, warga Bonan Dolok Tapteng bertaruh tenaga di tengah desa terisolasi
Akses jembatan terputus pascabanjir bandang, warga Bireuen bertaruh nyawa seberangi sungai pakai tali dan bambu
Harga cabe anjlok pascabencana, influencer Amien Ashal borong dagangan pedagang di Takengon dengan harga Medan
Ferry Irwandi ungkap fakta lapangan pascabencana Sumatera, salurkan donasi Rp10 miliar untuk korban
Ingin bakso dan rendang, curhatan dua bocah pengungsi Aceh Tamiang ini bikin warganet terharu
Dua butir telur dibagi untuk 23 orang, kisah warga Aceh Tamiang bertahan hidup tiga hari pascabanjir