Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa OMC telah diterbangkan untuk mengalihkan potensi hujan deras keluar dari kawasan daratan.
“Kita mengurangi curah hujan di daratan agar risiko bencana susulan dapat ditekan,” kata Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma.
Baca Juga: Prabowo bentuk Satgas Darurat Jembatan, targetkan 300 ribu jembatan untuk akses pendidikan aman
Ia menyebut pemerintah tetap waspada karena adanya aktivitas siklon tropis di utara Sumatera.
“Kita harapkan tidak masuk ke daratan,” tegasnya.
Koordinasi nasional diperketat
Penanganan bencana ini melibatkan TNI, BNPB, Basarnas, Kementerian Sosial, dan pemerintah daerah.
Presiden disebut meminta seluruh jajaran bergerak tanpa menunggu instruksi lanjutan, mengingat kondisi lapangan dinamis dan berpotensi memburuk.
Baca Juga: Konsolidasi asuransi wajib 2026: OJK soroti risiko liabilitas, due diligence, dan transparansi data
Akses jalan terputus, pemadaman listrik, serta terhambatnya distribusi logistik menjadi perhatian utama tim gabungan.
Pemerintah berharap dukungan logistik, komunikasi, dan OMC dapat mempercepat pemulihan fase tanggap darurat.***
Artikel Terkait
Seskab Teddy ceritakan anjing jadi penyelamat warga Bali saat banjir besar
Banjir dan longsor terjang Sukabumi, 1.800 warga terdampak: BPBD sebut salah satu yang terparah tahun ini
Tak tinggal diam, PT Dahana salurkan bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Sukabumi
Banjir dan longsor lumpuhkan Tapanuli Tengah: 4 Warga tewas, akses terputus dan desa-desa masih terisolasi
Banjir-longsor serang 4 kabupaten di Sumut: 1 Warga hilang, 2 jembatan putus, ribuan rumah terdampak
Siklon tropis senyar picu banjir-longsor beruntun di Aceh–Sumut–Sumbar: 4 Jembatan putus hingga PDAM lumpuh
Mentan Amran pastikan stok pangan aman, pemerintah kirim ribuan ton bantuan ke tiga provinsi terdampak banjir