Rocky Gerung: Whoosh bukan kebutuhan publik, bandingkan dengan lompatan teknologi era Habibie

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 29 November 2025 | 15:02 WIB
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh (Instagram.com/@keretacepat_id)
Rocky Gerung soroti ide awal pengadaan proyek kereta cepat atau Whoosh (Instagram.com/@keretacepat_id)

“Orang merasa apakah ini bagian dari mark up? Atau bagian dari cawe-cawe bangun relasi dengan China?” ujarnya.

Dalam podcast yang sama, mantan anggota BIN, Sri Radjasa Chandra, menyebut Whoosh kini menjadi pintu masuk bagi China untuk memperluas pengaruhnya.

Baca Juga: Saba Desa bukan sekadar blusukan: Kang Rey turun langsung cek kualitas pembangunan di Kecamatan Cijambe

Bicara studi kelayakan yang diambil dari Jepang

Rocky mengingatkan bahwa Jepang merupakan pihak yang paling dirugikan karena studi awal proyek kereta cepat dilakukan oleh mereka, namun pelaksanaannya justru diberikan kepada China.

Pernyataan itu sejalan dengan pandangan akademisi NTU, Sulfikar Amir, yang sebelumnya menyebut bahwa China hanya membuat 'studi kelayakan atas studi kelayakan Jepang,' tanpa melakukan riset empirik langsung di lapangan.

Metode inilah yang menurutnya berkontribusi pada pembengkakan biaya atau cost overrun.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X