“Orang merasa apakah ini bagian dari mark up? Atau bagian dari cawe-cawe bangun relasi dengan China?” ujarnya.
Dalam podcast yang sama, mantan anggota BIN, Sri Radjasa Chandra, menyebut Whoosh kini menjadi pintu masuk bagi China untuk memperluas pengaruhnya.
Bicara studi kelayakan yang diambil dari Jepang
Rocky mengingatkan bahwa Jepang merupakan pihak yang paling dirugikan karena studi awal proyek kereta cepat dilakukan oleh mereka, namun pelaksanaannya justru diberikan kepada China.
Pernyataan itu sejalan dengan pandangan akademisi NTU, Sulfikar Amir, yang sebelumnya menyebut bahwa China hanya membuat 'studi kelayakan atas studi kelayakan Jepang,' tanpa melakukan riset empirik langsung di lapangan.
Metode inilah yang menurutnya berkontribusi pada pembengkakan biaya atau cost overrun.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo tegas ambil tanggung jawab soal Whoosh: Jangan dipolitisasi, Indonesia bukan negara sembarangan
KPK pastikan penyelidikan kasus Whoosh tetap berlanjut meski Prabowo janji tanggung jawab penuh
Said Didu sebut Prabowo pasang badan untuk Whoosh: Tanggung jawab atau salah tafsir publik?
Mahfud MD curigai ada dugaan korupsi di proyek Kereta Cepat Whoosh, soroti inkonsistensi pendanaan dan peralihan mitra
ICW soroti utang Whoosh Rp116 triliun: Pemerintah dinilai kurang matang dalam perencanaan proyek
Akademisi bongkar studi kelayakan China hanya 3 bulan, ICW sebut akar pembengkakan utang Whoosh
Pengadaan lahan proyek Whoosh disorot KPK: Isu tanah negara dijual lagi ke negara diusut