Menurutnya, keputusan yang diambil tanpa ruang klarifikasi dan langsung berupa sanksi merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.
Gus Yahya bantah isu pro-Israel dan jelaskan kronologi kunjungan 2018
Dalam risalah rapat yang menjadi dasar desakan pemecatan, muncul kembali isu bahwa Gus Yahya memiliki kedekatan dengan Zionis Israel.
Ia membantah keras tudingan tersebut dan mengingatkan bahwa kisah itu sudah pernah ia jelaskan bertahun lalu.
“Saya tahun 2018 pernah pergi ke Israel. Saya bertemu Netanyahu, Presiden Israel, dan berbagai elemen di sana,” tuturnya di Surabaya, Sabtu, 23 November 2025.
Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut justru digunakan untuk menyuarakan dukungan bagi Palestina.
“Oh saya terang-terangan dan tegas di berbagai forum di Yerusalem bahkan di depan Netanyahu bahwa saya datang ke sini demi Palestina,” tegasnya.
“Itu saya nyatakan di semua kesempatan dan saya tidak akan pernah berhenti dengan posisi itu," tambahnya.***
Artikel Terkait
PBNU: Muhammadiyah telah menciptakan kemakmuran untuk bangsa
Tanggapan PBNU hingga Baznas tentang penggunaan zakat untuk danai Makan Bergizi Gratis yang jadi pro-kontra
Konflik Iran-Israel dan dinamika baru Timur Tengah: Perspektif Yanuardi Syukur, peneliti UI
PBNU dan ormas Islam serukan ketertiban publik, Gus Yahya ajak masyarakat tenang di tengah gejolak demo nasional
142 Negara dukung Palestina merdeka, akar konflik Israel sejak 1947 kembali jadi sorotan
FKUB Subang tegaskan pentingnya kepatuhan SKB 2 Menteri untuk cegah konflik rumah ibadah
Kontroversi pemakzulan Gus Yahya: Rapat harian Syuriyah dinilai tak punya kewenangan pecat Ketum PBNU