Terlepas dari insiden tersebut, kedatangan Presiden Prabowo di KTT ASEAN disambut hangat oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
Baca Juga: Dikenal dermawan dan dekat dengan warga, dr. Maxi pilih pensiun dini
Dalam siaran Bernama TV, tampak Anwar menghampiri Prabowo, memeluknya, dan berbincang akrab di hadapan para pemimpin ASEAN.
Kehadiran Prabowo menjadi debut perdananya sebagai Presiden RI di forum ASEAN, sekaligus simbol peralihan kepemimpinan Indonesia di panggung regional.
Prabowo hadir bersama Presiden dan Perdana Menteri Timor Leste, Jose Ramos Horta dan Xanana Gusmao, yang negaranya baru saja dikukuhkan sebagai anggota penuh ASEAN ke-11.
Dihadiri tokoh dunia, momen diplomatik jadi sorotan
KTT ASEAN tahun ini juga dihadiri sejumlah pemimpin dunia, antara lain Sekjen PBB Antonio Guterres, Presiden AS Donald Trump, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, serta Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.
Baca Juga: CERPEN: Kota di atas bayangan
Agenda utama forum mencakup penguatan kerja sama ekonomi, transisi energi, dan integrasi digital ASEAN, disertai pembahasan isu global seperti situasi di Jalur Gaza dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Namun, insiden salah sebut nama presiden menjadi catatan tersendiri di tengah sorotan internasional terhadap profesionalisme Malaysia sebagai tuan rumah.
Meski demikian, langkah cepat RTM untuk meminta maaf dinilai sebagai gestur diplomatik yang elegan untuk meredakan potensi ketegangan antarnegara.***
Artikel Terkait
Menko Airlangga: Indonesia dukung penuh 4 poin strategis KTT BRICS 2025 di Brasil
Seskab Teddy: Kehadiran Presiden Prabowo di KTT BRICS jadi tonggak sejarah diplomasi Indonesia
IKN ditargetkan jadi ibu kota politik 2028, Jokowi: Sesuai tujuan awal pembangunan
Trump puji Prabowo di KTT Mesir: Babak baru diplomasi perdamaian Gaza
Presiden Prabowo beberkan 4 program pendidikan: Dari LPDP hingga pembagian buku ke sekolah
Prabowo sambut Presiden Brasil Lula da Silva di Istana Merdeka, bicara kekaguman hingga angka keberuntungan sama
Presiden Prabowo restui pembentukan Ditjen Pesantren, Kemenag sambut baik untuk konsolidasi nasional