Setelah insiden keracunan massal, BGN siapkan 5.000 koki profesional, solusi atau tambal sulam?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 00:03 WIB
Menyoroti langkah BGN menyebar 5000 koki profesional ke berbagai SPPG usai maraknya kasus keracunan massal MBG (Instagram.com/@badangizinasional.ri)
Menyoroti langkah BGN menyebar 5000 koki profesional ke berbagai SPPG usai maraknya kasus keracunan massal MBG (Instagram.com/@badangizinasional.ri)

GENMILENIAL.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali jadi sorotan publik setelah mengumumkan akan menurunkan 5.000 koki profesional ke ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya sempat diwarnai kasus keracunan massal di sejumlah daerah.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan ribuan tenaga profesional itu akan mulai diterjunkan pada Senin, 13 Oktober 2025 mendatang.

Baca Juga: BGN gandeng 5.000 chef profesional untuk kawal keamanan dan gizi program Makan Bergizi Gratis

“Para juru masak yang sudah sangat profesional ini akan kami terjunkan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai hari Senin nanti,” ujar Dadan dalam keterangan resminya, Jumat, 10 Oktober 2025.

Namun di balik gebrakan tersebut, masih tersisa pertanyaan publik, apakah langkah cepat ini benar-benar menyentuh akar masalah yang menyebabkan insiden keracunan MBG?

SOP dapur masih jadi sorotan

Evaluasi pelaksanaan MBG yang dilakukan sejak akhir September 2025 menemukan sejumlah dapur SPPG belum menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan disiplin.

Baca Juga: Deret kontroversi Ma Ning, wasit laga Irak vs Indonesia: Dari 3 penalti di final Piala Asia hingga rekor minor untuk Garuda

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, menyoroti lemahnya kontrol di lapangan.

“Ternyata beberapa SPPG mungkin melakukan di luar SOP yang sudah ditetapkan, mungkin ada yang masaknya terlalu cepat, ada yang airnya juga,” ujarnya.

Aries menyebut evaluasi lintas kementerian masih terus berjalan, tak hanya soal teknis dapur, tapi juga rantai pasok bahan pangan dan sistem distribusi makanan.

Baca Juga: Jay Idzes: Laga kontra Irak hanya 90 menit, tapi kami bermain untuk 280 juta rakyat Indonesia

Akar masalah yang tak boleh diabaikan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X