Wamenpar tinjau Geopark Maros-Pangkep, pastikan kesiapan jelang revalidasi UNESCO 2026

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 29 September 2025 | 06:30 WIB
Wamenpar Ni Luh Puspa tinjau langsung Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan, Rabu 24 September 2025 (Dok. Istimewa)
Wamenpar Ni Luh Puspa tinjau langsung Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan, Rabu 24 September 2025 (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meninjau langsung Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan untuk memastikan kesiapan jelang revalidasi status UNESCO Global Geopark pada Juli 2026.

Dalam kunjungannya ke Leang-Leang Archaeological Park, Rabu 24 September 2025, Wamenpar menegaskan perhatian penuh pemerintah terhadap geopark yang sudah ditetapkan UNESCO.

“Bu Menteri (Menpar Widiyanti) sangat concern terhadap geopark-geopark yang kita miliki, terutama yang telah terevaluasi. Kami ingin memastikan kesiapannya seperti apa,” kata Ni Luh Puspa.

Baca Juga: IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama

Ia menilai revalidasi bukan hanya penting untuk menjaga kelestarian warisan geologi, ekologi, dan budaya, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui geowisata dan ekowisata.

“Ini sejalan dengan konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus bagian dari pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo,” jelasnya.

Geopark Maros-Pangkep resmi berstatus UNESCO Global Geopark sejak 24 Mei 2023 dan menjadi yang pertama di Pulau Sulawesi.

Sesuai ketentuan, UNESCO melakukan evaluasi berkala setiap empat tahun untuk memastikan standar pengelolaan, konservasi, serta partisipasi masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga: Rocky Gerung ungkap pernah usul Mahfud MD jadi presiden, sindir pengangkatan Qodari di KSP

General Manager Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan, menyebut pihaknya sudah melakukan persiapan jauh hari dan berharap dukungan semua unsur pentahelix.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar bisa bersama-sama mengambil peran yang sama,” ujarnya.

UNESCO sendiri memberikan enam rekomendasi yang harus dipenuhi, mulai dari peningkatan visibilitas dan promosi, hingga penguatan pendidikan dan konservasi geologi.

Wamenpar menegaskan Kemenpar siap memberi dukungan penuh, termasuk pelatihan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X