Perdana Menteri Kanada Mark Carney pun tidak luput dari insiden serupa. Mikrofon mati tepat setelah ia mengumumkan pengakuan resmi negaranya terhadap Palestina.
“Dalam konteks ini, Kanada mengakui negara Palestina,” ucap Carney yang langsung disambut tepuk tangan meriah. Beberapa saat kemudian, suaranya tak terdengar.
Baca Juga: Itwasda Polda Jabar cek kesiapan gedung SPPG Polres Subang untuk layanan publik
Penjelasan PBB: Sekadar teknis, bukan sabotase
Spekulasi publik mencuat soal dugaan sabotase terhadap suara pro-Palestina di forum internasional. Namun, staf teknis PBB menegaskan hal itu murni kendala peralatan.
“Mereka menegaskan tidak ada indikasi sabotase,” ungkap laporan TRT World.
Direktur Informasi Media Kemlu RI Hartyo Harkomoyo pun mengutip aturan internal PBB bahwa pidato lebih dari lima menit akan dimatikan mikrofonnya.
Pesan pro Palestina tetap menggema
Meski insiden mikrofon sempat memutus pidato, substansi pro-Palestina dari para pemimpin dunia tetap bergema.
Baca Juga: 352 Siswa keracunan massal di Bandung Barat, Dedi Mulyadi janji evaluasi program MBG
Seorang delegasi bahkan berkomentar usai sesi pidato Carney.
“Pengakuan itu sudah didengar dengan lantang, bahkan jika mikrofonnya tidak bersuara.” tukasnya.***
Artikel Terkait
Bang Onim ungkap kondisi Palestina terkini: Lebih dari 60 ribu warga tewas, butuh doa dan kontribusi nyata
Ribuan warga padati Aksi Bela Palestina di Subang, donasi terkumpul capai Rp1,14 miliar dan logam mulia
Bupati Subang tegaskan dukungan total untuk Palestina: Subang tidak diam!
Desak Israel hentikan kekerasan, Kanada siap akui negara Palestina di PBB
142 Negara dukung Palestina merdeka, akar konflik Israel sejak 1947 kembali jadi sorotan
Empat negara barat akui Palestina, Netanyahu murka: Tak akan ada negara Palestina di barat Yordan
Pengakuan Palestina oleh Inggris dan sekutunya picu ancaman aneksasi Israel, jadi harapan baru perdamaian